Ini Lho Beberapa Syarat Mutlak Sirkuit MotoGP

Ini Lho Beberapa Syarat Mutlak Sirkuit MotoGP! Sirkuit merupakan hal yang wajib ada jika ingin mengadakan balapan motoGP.

Di Indonesia sendiri, balapan MotoGP menjadi salah satu tontonan yang disukai banyak orang. Wajar saja jika promotor dari MotoGP yaitu Dorna Sports, mengincar negara kita untuk diadakannya balapan Kejuaraan Dunia Grand Prix atau GP.

Ini Lho Beberapa Syarat Mutlak Sirkuit MotoGP

Namun, memang untuk menyiapkan sirkuit balapan bukanlah hal yang mudah.

Ketika suatu negara ingin menjadi tuan rumah untuk balapan seperti itu, harus mengikuti beberapa tahapan dan memenuhi syarat wajibnya.

Salah satunya yaitu adanya sirkuit seperti yang sudah dijelaskan di atas, serta sarana dan prasarana yang cukup lengkap.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai beberapa syarat mutlak sirkuit MotoGP yang harus dipenuhi agar disetujui menjadi tuan rumah balapan. Yuk, disimak!

Layout

Sebelum membuat sirkuit balapan, tentunya harus mengetahui ukuran yang tepat, salah satu tujuannya adalah agar pembalap yang bermain di sirkuit tersebut dalam keadaan aman dan tidak berhimpitan satu dengan pembalap lainnya.

Lebar sirkuit sendiri normalnya adalah 12 meter, sedangkan pada starting grid, lebarnya minimal sebesar 14 meter. Transisi dari sirkuitnya pun tidak boleh asal, minimal setiap 20 meter sekali, terdapat perubahan sebesar 1 meter.

Syarat mutlak sirkuit MotoGP untuk panjangnya yaitu sekitar 3.5 kilometer dan 10 kilometer. Sirkuit dengan trek yang terpanjang selama adanya MotoGP berada di Inggris yaitu Sirkuit Silverstone, sepanjang 5.9 kilometer.

Sedangkan sirkuit yang terpendek berada di Jerman yaitu Sirkuit Sachsenring, sepanjang 3.7 kilometer. Ada Pula panjang untuk sirkuit dengan Grade A, yang berbeda dengan sirkuit yang lainnya.

Yaitu panjang 4.2 kilometer sampai 4.5 kilometer, dengan maksimal tikungannya adalah 10.

Sistem Drainase

Yang harus dihindari oleh sirkuit balapan adalah genangan air. Maka dari itu, sistem drainase sangat wajib diperhatikan jika ingin memiliki sirkuit balapan.

Sistem drainase ini wajib dipasang di sepanjang sisi sirkuit yang di antara tepi serta garis proteksi. Garis proteksi ini adalah garis berwarna putih yang ada di tiap sirkuit.

Yang harus diperhatikan juga, drainase yang dipasang tidak diperbolehkan menonjol karena dapat membuat pembalap keluar dari garis balapan atau racing line.

Tikungan Sirkuit

Syarat mutlak sirkuit MotoGP adalah adanya tikungan sirkuit. Karena bagian yang menarik dari balapan ini adalah ketika pembalap saling overtake satu sama lain.

Selain dari jalanan atau sirkuit yang lurus, para pembalap pun biasanya saling overtake. Minimal yang harus dimiliki oleh sirkuit adalah 10 tikungan, dengan banking yang tidak melebihi 5 persen.

Jika terdapat kemiringan negatif di sirkuit yang baru saja dibangun, biasanya tidak akan diizinkan menjadi arena balapan karena khawatir dengan keselamatan pembalap.

Banking Transition

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa banking yang harus dimiliki oleh sirkuit minimal 5 persen dari tikungan.

Banking transition yang dimaksud di sini adalah kemiringan dari sirkuit. Cara mengukurnya dari garis tengah pada sirkuit.

Apalagi pada trek yang lurus, sangat wajib untuk memiliki kemiringan agar tidak terjadi genangan air ketika hujan datang.

Perbedaan gradien harus benar-benar diperhatikan, agar bisa menghasilkan sistem drainase yang baik pula.

Trek yang Lurus

Untuk trek yang lurus minimal panjang sirkuit yang harus dipenuhi sebagai syarat mutlak sirkuit MotoGP sepanjang 250 meter.

Panjang untuk garis start minimal 200 meter sebelum tikungan yang pertama.

Itulah ulasan mengenai beberapa syarat mutlak sirkuit MotoGp yang harus dipenuhi. Nah, bagaimana? Apakah artikel ini bermanfaat bagimu?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ini Lho Beberapa Syarat Mutlak Sirkuit MotoGP"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel