Apakah Naavagreen Membuat Ketergantungan? - Tagar Berita

Apakah Naavagreen Membuat Ketergantungan?

Naavagreen merupakan perawatan kulit yang populer. Lalu, apakah Naavagreen membuat ketergantungan? Temukan jawabannya berikut ini.
Apakah Naavagreen Membuat Ketergantungan? - Perawatan kulit terutama kulit wajah merupakan sebuah kebutuhan demi mendapatkan kulit yang sehat dan bersinar. Naavagreen mewujudkan impian memiliki kulit bersih dan glowing dengan ragam treatment yang dimiliki. Sayangnya masih banyak yang bertanya apakah Naavagreen membuat ketergantungan?

Berbicara tentang skincare, pada dasarnya tidak ada yang menimbulkan ketergantungan. Akan tetapi perawatan kulit merupakan sebuah kebutuhan. Alasannya adalah pentingnya menjaga kondisi kulit agar terhindar dari berbagai keluhan yang merugikan kesehatan kulit.

Apakah Naavagreen Membuat Ketergantungan

Apakah Naavagreen Membuat Ketergantungan

Meskipun menjadi sebuah kebutuhan, masih banyak orang yang takut untuk mencoba perawatan skincare. Beberapa alasannya adalah banyaknya kabar yang mengatakan bahwa perawatan di klinik kecantikan, termasuk Naavagreen, dapat membuat ketagihan.

Padahal, treatment kulit sangat dibutuhkan untuk memberikan nutrisi pada kulit agar tidak kekurangan cairan. Selain itu, perawatan tertentu juga akan membuat skin barrier menjadi tetap utuh. Terlebih lagi jika Anda merupakan pribadi yang aktif dan memiliki banyak aktivitas.

Paparan sinar matahari seperti UVA dan UVB, bisa meningkatkan resiko terjadinya hiperpigmentasi yang merusak kesehatan kulit. Kondisi ini membutuhkan perawatan yang optimal agar tidak semakin parah. Salah satu cara mengatasinya yaitu memanfaatkan tabir surya.

Naavagreen memiliki jenis treatment yang mampu memperbaiki kondisi kulit yang akan maupun telah mengalami hiperpigmentasi. Nama perawatan ini adalah meso melasma, yaitu dengan memasukkan serum ke dalam lapisan kulit serta dibantu dengan terapi sinar.

Apakah Ada Efek Samping dari Naavagreen?

Apakah Ada Efek Samping dari Naavagreen?

Secara umum efek samping Naavagreen ini jarang terjadi, hal tersebut tergantung dari jenis kulit anda. beberapa perawatan mungkin tidak direkomendasikan untuk jenis kulit tertentu. Akan tetapi Naavagreen akan menyarankan treatment yang sesuai dengan kondisi kulit.

Pada beberapa orang yang cenderung memiliki kulit yang sensitif, pada awal penggunaan Naavagreen mungkin akan mengalami beberapa kondisi. Selama hal tersebut masih wajar, kemungkinan terjadi sebagai reaksi dari krim atau perawatan yang dilakukan.

Meskipun jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan adanya efek samping yang ditimbulkan dari perawatan Naavagreen ini. Dari beberapa review jujur Naavagreen yang disampaikan oleh para pengguna, keluhan utama yang banyak terjadi adalah sebagai berikut.
  • Kulit menjadi kemerahan
  • Muncul sensasi gatal
  • Muncul jerawat walau sebelumnya tidak berjerawat
  • Kulit menjadi lebih kusam
  • Kulit menjadi kering

Efek Berhenti Menggunakan Naavagreen

Efek Berhenti Menggunakan Naavagreen

Krim kecantikan dari Naavagreen dibuat dari bahan-bahan yang telah melalui uji klinis. Apabila terdapat pertanyaan apakah krim Naavagreen sudah terdaftar di BPOM? Maka jawabannya adalah sudah. Sayangnya ada beberapa kondisi yang mungkin dialami ketika berhenti menggunakan Naavagreen.

1. Wajah Menjadi Kasar

Efek berhenti memakai Naavagreen yang pertama adalah wajah menjadi terasa kasar. Apabila biasanya Anda menggunakan krim pagi dan krim malam, ketika menghentikan penggunaan kedua krim tersebut maka bisa membuat wajah menjadi kasar.

Kondisi kulit yang kasar ini, terjadi ketika bahan aktif krim pagi dan malam masih bekerja dalam permukaan kulit. Ketika krim dihentikan maka kinerja krim akan terhenti dan menjadi tidak optimal. Meskipun demikian hal tersebut tidak terjadi pada semua orang.

2. Terasa Pedih

Penghentian krim Naavagreen yang tiba-tiba, juga bisa menimbulkan sensasi perih pada kulit wajah. Terlebih lagi ketika pada malam hari sebelum tidur dan ketika terkena terik matahari. Kondisi ini akan semakin teras apabila kulit Anda termasuk kulit yang sensitif.

Rasa perih dan pedih mungkin juga akan dirasakan ketika kulit dalam kondisi stres akibat paparan radikal bebas dan polusi. Wajah akan tampak memerah dan terasa lebih perih meskipun tidak ada luka di sekitarnya.

3. Wajah Terasa Gatal

Bagian wajah yang sering terasa gatal adalah pada pipi. Hal ini bisa saja menjadi efek dari penghentian penggunaan Naavagreen. Bisa saja kondisi ini akibat dari residu krim yang masih terdapat di permukaan kulit.

Pada beberapa orang, rasa gatal ini mungkin bisa terasa sangat mengganggu. Bahkan ada yang menggaruk wajah yang justru menimbulkan luka atau iritasi pada kulit. Apabila wajah terasa gatal, bisa diatasi dengan kompres dingin untuk menguranginya.

4. Wajah Terlihat Lebih Kusam

Efek penghentian treatment yang paling banyak dikeluhkan adalah kulit wajah menjadi terlihat lebih kusam. Jika saat masih menggunakan krim wajah menjadi halus dan cerah, ketika penggunaan dihentikan bisa saja menjadi kusam.

5. Muncul Kering dan Komedo

Menghentikan Naavagreen bisa juga menyebabkan kulit menjadi kering dan komedo. Meskipun sebelumnya kulit tampak bersih dan cerah, pada beberapa orang saat menghentikan skincare ini justru muncul komedo dan kulit kering.

6. Bruntusan

Pada beberapa kasus, orang yang menghentikan penggunaan skincare bisa muncul bruntusan pada beberapa bagian wajah. Khususnya pada area kulit yang tersembunyi. Efek dari bruntusan ini bisa membuat kulit terasa gatal dan perih.

Perawatan kulit secara teratur dan bertahap, akan membantu mengoptimalkan kinerja skincare sehingga lebih sehat dan bersih. Uraian di atas sekaligus menjawab pertanyaan apakah Naavagreen membuat ketergantungan? Semua akan kembali pada kondisi kulit masing-masing.
tagarberita.com adalah sebuah blog kumpulan artikel menarik yang membahas serba serbi topik yang paling dicari netizen.

Posting Komentar

© Tagar Berita. All rights reserved.