Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak


Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak - Memiliki sebuah rumah yang sesuai impian diperlukan usaha yang tidak sedikit. Ada kalanya Anda harus melakukan beberapa perubahan demi mendapatkan hunian yang nyaman. Tantangan dalam melakukan renovasi adalah kemungkinan membengkaknya biaya renovasi tersebut.

Ini dikarenakan adanya perubahan rancangan pada lokasi yang akan direnovasi. Ada kemungkinan renovasi skala kecil yang seharusnya hanya di bagian sudut rumah bisa berubah menjadi renovasi skala besar. Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut ini cara menghitung biaya renovasi yang tepat agar tidak membengkak.

Tentukan Skala Prioritas

Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak

Sebelum memulai renovasi, tentukan terlebih dahulu skala prioritas lokasi rumah yang akan dirombak. Ini dilakukan untuk menghindari terpengaruh oleh saran atau ide orang lain sehingga budget akan semakin membengkak. Sebagai contoh, Anda akan merombak kamar mandi. Buatlah skala prioritas apa saja yang harus diganti dan bahan material apa saja yang harus dibeli.

Dengan cara ini, Anda akan terhindar dari godaan saat renovasi tengah berlangsung. Misalnya, yang seharusnya hanya mengganti keramik kamar mandi jadi bertambah karena tergoda untuk mengganti shower atau closet.

Hitung Biaya Jasa Tukang

Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak

Untuk jasa tukang, terdapat dua metode pembayaran yaitu dengan sistem harian atau borongan. Sedangkan sistem borongan masih dibagi lagi menjadi sistem borongan jasa dan sistem borongan penuh. Agar biaya tidak membengkak, cara menghitung biaya renovasi rumah yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan secara matang. Sesuaikan dana yang dimiliki dengan skala renovasi yang akan dilakukan.

- Sistem Harian

Sistem yang satu ini lebih efisien jika diterapkan pada proses renovasi skala kecil. Estimasi biaya jasa tukang adalah kisaran harga Rp120.000,- hingga Rp150.000,-. Sedangkan jasa kenek sekitar Rp100.000,- hingga Rp110.000,-. Sistem pembayaran ini hanya untuk jasa tukang dan kenek saja, belum termasuk biaya bahan material, makan, dan sebagainya.

- Sistem Borongan Jasa

Sistem yang kedua ini hampir sama dengan sistem harian. Untuk biayanya ada di kisaran harga Rp1.100.000,- sampai Rp1.300.000,-/m2, belum termasuk biaya material dan lain-lain. Keuntungan memilih sistem ini adalah proses pengerjaan yang lebih cepat dan efisien. Ini dikarenakan perhitungannya berdasarkan luas bangunan, bukan berdasarkan waktu pengerjaan.

- Sistem Borongan Penuh 

Jika berencana melakukan perombakan berskala besar, Anda bisa memilih sistem pembayaran borongan penuh. Dengan metode ini, Anda tidak perlu bingung lagi saat memilih material bangunan yang akan digunakan. Bahkan, Anda tidak perlu menyediakan makan atau tempat tinggal untuk tukang. Ini dikarenakan semua sudah masuk dalam biaya borongan penuh tersebut.

Ketika Anda memutuskan untuk memilih metode pembayaran ini, pastikan pihak pemborong adalah orang yang bisa dipercaya, memiliki sertifikat, bergaransi, dan memberikan penawaran bahan material berkualitas. Estimasi biaya antara Rp3.000.000,- sampai Rp4.000.000,-/m2. Harga ini bisa berubah menyesuaikan dengan kualitas material yang Anda inginkan.

Hitung Estimasi Biaya Renovasi dengan Cermat

Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak

Cara menghitung biaya renovasi rumah agar tidak semakin membengkak adalah dengan membuat catatan mengenai semua komponen yang dibutuhkan. Susunlah semua hal dengan cermat dan teliti.

Mulai dari membuat desain lokasi yang akan direnovasi, menentukan bahan material yang digunakan, sampai dengan tahapan finishing. Utamakan biaya yang dikeluarkan pada material yang akan dibeli. Pastikan untuk tetap fokus pada rencana renovasi yang sudah disusun sebelumnya.

Gunakan Bahan Bangunan Bekas Layak Pakai

Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak

Untuk menghindari biaya yang membengkak, Anda bisa memanfaatkan semua material bekas yang masih layak pakai. Misalnya kayu bekas seperti pintu dan jendela, genteng, peralatan sanitasi, atau kaca yang kondisinya masih bagus.

Agar terlihat baru, Anda bisa melakukan sedikit perubahan pada material tersebut sesuai dengan konsep dan dekorasi yang Anda inginkan. Contohnya, Anda bisa mengecat ulang dengan warna yang baru, memolesnya dengan pelitur atau vernis, dan lain-lain. Bahkan, dengan sedikit kreativitas Anda bisa mempercantik interior rumah dengan memanfaatkan pecahan marmer.

Untuk menghindari biaya yang membengkak, Anda harus mengetahui cara menghitung biaya renovasi rumah dengan tepat. Mulai dari menentukan skala prioritas, memilih jasa tukang sampai dengan memanfaatkan bahan material bekas yang masih layak pakai. Dengan perhitungan yang cermat dan fokus pada rancangan yang sudah dibuat bisa meminimalisir pembengkakan biaya yang mungkin terjadi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dana Terbatas, Ini Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah agar Tidak Membengkak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel