Ratusan Purel Menuntut Risma di Balai Kota Surabaya

Daftar Isi [Tutup]

    Ratusan Purel Menuntut Risma di Balai Kota Surabaya

    Ratusan pekerja seni dan pekerja hiburan malam datang meramaikan balai kota Surabaya pada Senin, 3 Agustus 2020.

    Ratusan pekerja malam yang hadir kebanyakan wanita, mereka berkumpul di Jalan Sedap malam dengan membentangkan puluhan spanduk. Salah satu spanduk yang membuat sorotan media bertuliskan “Gak Murel Gak Mbadok”.

    Para demonstran yang sebagian besar merupakan pekerja malam menuntut agar wali kota Surabaya Tri Rismaharini mencabut kembali Perwali no 33 tahun 2020. Perwali ini dirasa sangat merugikan bagi pengusaha, karyawan dan pekerja di tempat hiburan malam.

    Ratusan wanita pekerja malam meneriakan tuntutan agar Tri Rismaharini segera mencabut Perwali. “Cabut Cabut Cabut”. “Kos-kosan, susu dan beras bukan pemerintah yang bayar”. Teriakan tersebut terdengar dari salah satu peserta pendemo pada Senin 3 Agustus 2020.

    Ratusan Purel Menuntut Risma di Balai Kota Surabaya

    Sama halnya seperti wanita pekerja malam, perwakilan pendemo di atas mobil juga menanyakan jika mereka berkumpul di Balai Kota untuk menuntut pencabutan Perwali.

    Adanya Perwali ini dinilai banyak hal yang merugikan pekerja dan mengadu ke Pemuda Pancasila (PP), agar ibu Walikota mencabut perwali tersebut.

    Nurdin Longgari selaku Ketua Badan pekerja dan Buruh Pemuda Pancasila (PP) mengatakan jika di Perwali 33 tahun 2020 atas perubahan Perwali 28 tahun 2020, RHU tidak diizinkan untuk mengoperasikan atau membuka usahanya.

    Nurdin juga menambahkan Saat Perwali tahun 2020 atau perubahan Perwali 28, membuat Rumah Hiburan Umum (RHU) harus tutup dan sangat berbahaya bagi pekerja malam.

    Pada Perwali 33 tahun 2020, banyak sekali pekerja atau karyawan RHU tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, padahal para pekerja RHU adalah warga Surabaya sendiri.

    Adanya aksi demonstrasi yang datang langsung ke Kantor Kota Surabaya diharapkan, Pemerintah Kota terutama Walikota Surabaya kembali merevisi Perwali 33 dan jika perlu mencabut dan kembali ke Perwali 28 tahun 2020.

    Nurdin menegaskan jika pihaknya meminta kepada Ibu Rismaharini Walikota Surabaya untuk segera merevisi perwali 33 tahun 2020 atau dicabut kembali ke Perwali 28 tahun 2020 agar mereka dapat kembali lagi bekerja.

    Aksi yang digelar di depan Balai Kota Surabaya ini diikuti kurang dari 1.000 pekerja RHU dan pekerja seni berjalan dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Ratusan Purel Menuntut Risma di Balai Kota Surabaya"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel