Gilang Mahasiswa Pelaku Penyimpangan Seksual dengan Bungkus Kain Jarik

Daftar Isi [Tutup]

    Gilang Mahasiswa Pelaku Penyimpangan Seksual dengan Bungkus Kain Jarik

    Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair angkatan 2015 Gilang Aprilian Nugraha Pratama diduga melakukan penyimpangan seksual dengan cara membungkus korban menggunakan kain.

    Kabarnya, gilang sudah melakukan hal ini sejak tahun 2015. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair Adnan Guntur menyebutkan, bahwa kasus seperti ini sudah banyak diketahui oleh mahasiswa di kalangan FIB Unair.

    Gilang diketahui memiliki kebiasaan yang berbeda, bahkan Adnan mengatakan hal ini sudah diketahui rekan satu angkatan FIB Unair sejak menjadi Mahasiswa Baru (Maba).

    Adnan juga mengatakan Gilang pernah diarak warga keliling kampung di Gubeng, Surabaya akibat perilakunya yang merugikan orang lain.

    Baru-baru ini Gilang menjadi bahan perbincangan karena melakukan tindakan penyimpangan seksual dengan “membungkus kain jarik”. Namun, saat Gilang diarak warga di Gubeng, Adnan tidak mengetahui apa penyebab dari hal tersebut.

    Aksi diarak warga keliling kampung tersebut dialami oleh Gilang sekitar tahun 2017 atau 2018 dengan membawa papan yang bertuliskan “Saya tidak akan melakukannya lagi”. Namun belum diketahui pasti apa kasus yang ia lakukan.

    Gilang Mahasiswa Pelaku Penyimpangan Seksual dengan Bungkus Kain Jarik

    Tidak sedikit korban yang telah mengalami penyimpangan dengan bungkus kain jarik, dan Gilang sudah sering diduga melakukan hal tersebut.

    Berdasarkan data yang dikumpulkan BEM FIB Unair, saat ini telah ada beberapa korban yang melaporkan namun identitasnya disembunyikan. Dan saat ini BEM FIB masih menunggu laporan dari korban yang lainnya.

    Memang kasus ini sudah dilakukan sejak sebelum tahun 2017. Dan mayoritas adalah mahasiswa Unair. Namun, ada juga mahasiswa yang berasal dari kampus lain bahkan dari kampus yang ada di Kota Malang.

    Gilang mendekati korbannya dengan cara yang hampir sama. Gilang mengikuti akun media sosial dari calon korban. Saat moment tertentu, Gilang menuliskan komentar di kiriman instagram calon korban.

    Hal tersebut berlanjut sampai dengan Gilang meminta nomor telepon korban melalui direct message instagram. Rata-rata korbannya merupakan Maba di setiap angkatan.

    Setelah mendapatkan nomornya, Gilang pun secara agresif mendekati calon korbannya. Dengan alasan melakukan penelitian, dia meminta korban untuk membungkus diri.

    BEM FIB unair sebetulnya sudah beberapa kali melakukan teguran kepada Gilang setelah menerima laporan dan keluhan dari korban. Pihak BEM FIB pun sudah meminta untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun, Gilang belum berhenti untuk melakukannya.

    Pihak BEM sudah melakukan berbagai hal terkait pencegahan aksi Gilang tersebut, seperti menegur agar tidak berkelanjutan.

    Saat ini BEM sedang mengumpulkan data korban dari Gilang untuk memberikan pernyataan dan bantuan pendampingan, kemudian data tersebut akan diserahkan kepada fakultas untuk menindak lanjuti.

    Dugaan penyimpangan seksual yang dilakukan Gilang akhirnya terungkap ke publik ketika seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Surabaya berinisial MF mengaku menjadi korban.

    Gilang Mahasiswa Pelaku Penyimpangan Seksual dengan Bungkus Kain Jarik

    MF mengungkapkan keluhannya melalui akun twitter pribadinya. Dengan alasan penelitian, Gilang meminta mahasiswa tersebut membungkus diri dengan lakban dan kain jarik. Modus Gilang ingin mengetahui reaksi yang ditimbulkan dari penelitiannya.

    Sampai saat ini, FIB Unair juga masih melacak keberadaan Gilang. Unair juga sudah menyiapkan sanksi drop out (DO) jika Gilang terbukti melakukan penyimpangan seksual.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Gilang Mahasiswa Pelaku Penyimpangan Seksual dengan Bungkus Kain Jarik"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel