Napi Bebas karena Corona Malah Empat Kali Gauli Anak Calon Istri di Tulungagung

Daftar Isi [Tutup]

    Napi Bebas karena Corona Malah Empat Kali Gauli Anak Calon Istri di Tulungagung

    Seorang napi kembali ditangkap pihak kepolisian karena nekat menggauli anak dari calon istrinya. Sebelumnya napi ini dibebaskan karena program asimilasi di tengah pandemi corona.

    Iptu Retno Puji selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulungagung mengatakan bahwa tersangka merupakan MH yang berusia 51 tahun warga Desa Panggunguni, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung.

    Memprihatinkan, korban dari aksi bejat sang pelaku ini adalah seorang anak yang masih berusia 12 tahun.

    Awal kejadian terbongkarnya aksi pelaku saat ibu kandung korban yang merupakan calon istri dari tersangka mengetahui perubahan mental dari perilaku anaknya selama beberapa pekan terakhir.

    Ibunya mengetahui setelah sang korban mengaku saat diajak bicara, dan mengungkap jika yang melakukannya merupakan calon ayah tirinya. Korban mengaku dicabuli dua kali dan digauli sebanyak empat kali selama April hingga Mei.

    Merasa tidak terima atas perbuatan sang pelaku, ibu korban langsung melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak kepolisian. Tidak berselang lama polisi pun berhasil menangkap pelaku saat berada di tempat kosnya.

    Retno mengatakan, perbuatan asusila tersebut diduga dilakukan MH dengan membujuk korban memberi iming-iming jajan dan dijanjikan akan diajari mengendarai sepeda motor. Pelaku melancarkan aksinya di salah satu tempat kos yang ada di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.

    Tidak hanya itu, pelaku sebelumnya merupakan mantan napi yang baru saja keluar dari Lapas Tulungagung karena program asimilasi corona pada awal April lalu. MH di penjara dengan kasus yang serupa yaitu, menggauli anak di bawah umur.

    Selepas bebas dari lapas, MH awalnya dikenalkan oleh temannya kepada ibu korban. Karena mengaku sama-sama berstatus duda dan janda, keduanya sepakat untuk lanjut pada hubungan pernikahan.

    Pandemi corona membuat pernikahan mereka ditunda. Namun, mereka telah tinggal bersama di salah satu rumah di Kecamatan Ngunut.

    Di rumah tersebut, pelaku MH mengenal korban, sampai akhirnya ia melakukan tindak pidana terhadap anak dibawah umur sampai diulang empat kali.

    MH kini gagal menerima asimilasi justru mendekam lagi di tahanan Polres Tulungagung dan dijerat dengan UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Napi Bebas karena Corona Malah Empat Kali Gauli Anak Calon Istri di Tulungagung"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel