Kematian George Floyd Oleh Polisi Berujung Kerusuhan di New York hingga Washington

Daftar Isi [Tutup]


    Warga Amerika melakukan aksi protes dan berujung rusuh. Aksi protes ini dipicu kemarahan atas kematian warga keturunan Afrika Amerika George Floyd. Aksi ini hanya berselang beberapa jam setelah mantan polisi Minneapolis ditangkap dan didakwa atas pembunuhan tingkat tiga.

    Diketahui sebelumnya, Mantan polisi Minneapolis tersebut terekam dalam sebuah video melakukan gerakan berlutut di atas leher Floyd sampai ia tewas.

    Aksi demonstrasi yang dilakukan warga Amerika ini berlangsung di Minneapolis, Atlanta, New York dan Washington. Para demonstran meneriakkan protes, bernyanyi, sampai membakar kendaraan patroli polisi.

    Kini Minneapolis bahkah telah memberlakukan jam malam setelah protes berhari-hari yang disertai penjarahan dan balas dendam. Pemberlakuan jam malam, dilakukan pada hari yang sama dengan pengumuman jaksa terkait dakwaan pembunuhan tingkat tiga kepada mantan petugas polisi Derek Chauvin.

    Sebelumnya Chauvin telah menerima tuduhan atas pembunuhan tingkat dua. Namun keluarga Floyd dan pengacara mereka, Berjamin Crump merasa kecewa atas dakwa yang diberikan kepada Chauvin bukan pelanggaran yang lebih serius.

    Chauvin bersama ketiga petugas yang lain saat itu menahan Floyd dengan borgol pada Senin lalu waktu setempat. Polisi mengatakan bahwa Floyd diduga menggunakan tagihan palsu di sebuah toko.

    Akhirnya, kemarahan warga lantas membara dalam bentuk aksi protes usai video yang menunjukkan Chauvin melakukan gerakan berlutut di atas leher Floyd beredar di publik. Dalam sebuah video tersebut, seorang mantan polisi itu masih menindih leher Floyd yang saat itu diketahui tidak bersenjata dan ia berteriak tidak dapat bernapas.

    Jika pelaku dinyatakan bersalah atas melakukan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tingkat dua, Chauvin akan mendapat hukuman 25 tahun penjara dengan tuduhan pertama dan ditambah 10 tahun pada yang kedua.

    Jaksa Wilayah Hennepin, Mike Freeman menjelaskan, dalam kasus tersebut didukung dari video ponsel saat insiden tersebut, kamera yang dikenakan di tubuh, pernyataan saksi, laporan awal dari pemeriksa medis, dan diskusi dengan seorang ahli.

    Aksi demonstrasi warga yang telah ricuh di AS ini tak hanya menuntut atas keadilan bagi Floyd tetapi juga protes pada perlakuan bagi warga kulit hitam selama ini.

    Di Houston, aksi para demonstran terlihat ada yang membawa papan yang bertuliskan “Akhiri kebrutalan polisi” dan “Orang kulit hitam penting”. Tidak hanya itu, para demonstran ini juga memblokir US Highway 101 dekat San Jose.

    Sedangkan di New York, terjadi bentrok terhadap para demonstran dan polisi di luar Barclays Center, terlihat mereka melemparkan botol kepada petugas kepolisian New York.

    Di Sisi lain, yang terjadi di Washington, DC, protes di luar Gedung Putih sempat menyebabkan gedung dikunci. Namun, kini Secret Service telah membuka kembali pintu masuk dan keluar Gedung Putih untuk para staf dan tim media.

    Aksi protes pindah dari Gedung Putih ke Capitol Hill. Di Minneapolis, pada hari keempat, pendemonstran mengerumuni jalan raya antar negara bagian.

    Terlihat lebih dari 500 personel Garda Nasional Minnesota saat itu dikerahkan ke beberapa lokasi di daerah Minneapolis, termasuk bank, toko kelontong dan juga apotek.

    Seorang demonstran bernama Shanene Herbert, mengatakan kepada CNN sebelum aksi protes tersebut, bahwa mereka berhak untuk merasa marah. "Melihat temanmu, keluargamu, dan bahkan dirimu sendiri dilecehkan oleh polisi dan dibunuh oleh polisi, itu hal yang membuat traumatis. Dan mereka selama ini tidak tahu apa yang harus dilakukan," ungkapnya.


    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Kematian George Floyd Oleh Polisi Berujung Kerusuhan di New York hingga Washington"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel