Trending Youtube, Driver Ojol Angkut Penumpang Mistis dari Bandung ke Subang

Driver Ojol Angkut Penumpang Mistis dari Bandung ke Subang

Driver ojek online viral diperbincangkan oleh Netizen di Youtube setelah menuliskan cerita mistis di komentar Tim Jurnalrisa.

Akhirnya sang driver ojol pun di hadirkan di Channel Youtube Jurnalisa untuk memberikan klarifikasi atas respon netizen yang ramai menilai terkait cerita singkat yang ia paparkan di kolom komentar Jurnalrisa.

Diketahui pengemudi ini bernama Herman dan lebih akrab dipanggil dengan “Icang”. Awal mula kejadian ini saat Icang merasa kesal dengan salah seorang pelanggan yang salah memberikan peta alamat di daerah sekitar Bandung pada Kamis malam.

Ia bercerita kejadian ini terjadi sekitar satu setengah tahun lalu, setelah mengantar paket yang alamatnya sulit ditemukan Icang pun beristirahat di sebuah warung. Setelah beberapa lama akhirnya driver ojol ini melanjutkan perjalanan, saat ia hendak menghampiri motornya ia sempat terpeleset namun tidak sampai jatuh.

Sampai akhirnya, ia melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah lampu merah dengan kondisi jalanan yang sedang hujan.

Saat itu juga ia bertemu dengan driver ojol yang tidak ia kenal untuk meminta tolong kepadanya mengantarkan seorang perempuan ke Subang karena motornya sudah tidak kuat.

Karena rasa tolong menolong antar driver ojol yang tinggi, Icang pun bersedia mengantar penumpang setelah melakukan negosiasi harga pulang-pergi dari Bandung ke Subang dengan harga Rp 400 ribu.

Saat itu, Icang mengaku kondisi sekitar pukul 21.00 WIB. Sang penumpang perempuan ini harus segera ke rumahnya di Subang untuk mengambil baju dan kembali ke Bandung untuk melakukan wawancara keesokan harinya di salah satu bank.

Icang mengatakan saat itu melihat penumpang yang mengaku bernama Cindy memegang HP. Dan sempat melihat memang bukan seperti layaknya HP jaman sekarang. Icang menduga HP tersebut masih HP yang hanya berfitur polyphonix.

Mulailah perjalanan mistis tersebut dengan Cindy, karena bensin motor Icang hanya tersisa satu strip, Icang akhirnya bermaksud berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisi bensin. Sampainya di salah satu pom, Icang heran karena hampir semua orang memandangnya dengan tatapan yang aneh.

Setelah melakukan pengisian bensin Icang memarkirkan motornya untuk mengenakan sepatu, yang awalnya ia hanya mengenakan sandal karena kondisi hujan. Cindy yang mengaku seorang bikers lalu tiba-tiba memaksa Icang untuk jadi penumpang dan Cindy yang akan mengendarai motornya.

Cindy banyak bercerita tentang dirinya seorang bikers bahkan mengaku hendak menjual motornya untuk membelikan adiknya sebuah motor. Pada akhirnya mereka berdua berjalan meninggalkan pom bensin.

Icang membolehkan Cindy menyetir motornya dan membonceng dirinya, dengan sebuah syarat ia harus mengenakan jas hujan. Icang khawatir saat itu jika Cindy merupakan bagian dari komplotan begal yang mengincar driver ojol.

Selama diperjalanan perempuan tersebut merasa kesal karena dipanggil dengan sapaan “Mbak” ia lebih suka dipanggil Cindy. Ia juga sempat mengucap nada marah saat menyuruh Icang untuk berzikir. Selain itu, Cindy juga sedih saat menceritakan Mbah Emen yang menurut Cindy merupakan korban tapi malah sering dijadikan kambing hitam di tanjakan Emen.

Cindy mengatakan saat lewat jalan tanjakan Emen harus membunyikan klakson atau membuang puntung rokok. Lalu Cindy juga bercerita tentang statusnya saat ini merupakan mahasiswa dan membuat video Youtube tentang hal-hal mistis yang dikirim ke Jurnalisa dan TV Swasta.

Cindy pun tak sungkan menawarkan Icang untuk bekerja sebagai driver untuk mengantarkan ke lokasi pembuatan video youtubenya karena, driver sebelumnya yang ditemui saat di lampu merah tadi telah diberhentikan.

Setelah melewati tanjakan Emen, Icang pun mulai merasa takut karena ia akan dibegal. Namun yang aneh, saat ada motor yang menyalip mereka dari belakang pengemudi yang bersisian dengannya  terus-terusan menatap dirinya secara aneh.

Kejadian yang membuat Icang merasa aneh saat itu adalah, saat Icang mengetahui jalanan yang ada di depannya ia lihat lurus ternyata adalah sebuah tikungan tajam. Cindy justru mengatakan coba kalua Aa’ Icang yang bawa pasti kita celaka.

Selain itu, Icang juga merasa aneh saat Cindy meminta untuk melepas jas hujan yang ia kenakan karena merasa gerah. Cindy mengangkat jas hujan dengan tangan kanan dan ia mengendalikan gas dan menyetir dengan tangan kiri, Icang sedikit agak heran dengan kemampuan menyetir Cindy.

Setelah dekat dengan lokasi tujuan tersebut, Cindy mengatakan ingin mengajak Icang untuk bertemu dengan Tim Jurnalrisa dan makan dulu bersamanya dengan seorang laki-laki yang diakui Tim Jurnalrisa. Setelah sampai Cindy mengingatkan kepada driver ojol untuk melepas atribut karena bapak Cindy tidak suka melihat Cindy melakukan perjalanan Bandung ke Subang dengan naik motor.

Icang mengingat seberang gang terdapat toko kelontong, dan ia tidak mendengar lagi langkah jalan ataupun lari dari Cindy, Cindy meninggalkan Icang secara Tiba-tiba. Cindy hanya memberi tahu kepada Icang jika rumahnya berada paling ujung dari gang tersebut.

Icang hanya mengaku tidak lagi melihat Cindy padahal rumahnya berjarak 200 meter dari mulut gang. Setelah menunggu cukup lama dan habis empat batang rokok yang kira-kira 1 jam. Karena lama menunggu, Icang akhirnya pergi untuk buang air kecil di sebuah minimarket.

Karena masih belum muncul juga, Icang berinisiatif untuk mendatangi rumah yang disebut paling ujung. Namun, ia hanya mendapati rumah yang kumuh dengan suasana yang gelap tanda adanya penerangan sama sekali, seperti rumah yang lama tidak ditinggali.

Icang berusaha meneranginya dengan lampu motor dan menyalakan motornya dengan suara yang keras agar pemilik rumah mengetahuinya.

Akhirnya, Icang mencoba bertanya kepada warga sekitar, tetapi beberapa warga yang ia temui tidak ada yang mengaku kenal dengan perempuan yang bernama Cindy beserta ciri-ciri yang disebutkan.

Pada akhirnya Icang meminta bantuan kepada rekan ojo yang ada di Subang yang kebetulan lokasinya hanya berjarak 1 kilometer dari lokasi pengantaran tersebut.

Karena sudah malam dan kondisi yang basah setelah hujan, mereka tidak menghasilkan apa-apa yang memutuskan untuk melanjutkan pencariannya besok.

Sampai akhirnya jam 05.00 pagi Icang memutuskan untuk pulang dan sampai rumah ia bercerita istrinya mengaku kena tipu oleh salah seorang customer yang rumahnya Subang.

Setelah hari itu dilewati seperti biasanya, keesokan harinya Icang mendapatkan pesan WhatsApp dari driver ojo yang telah membantunya di Subang. Rekan Icang bernama Kubay ini mengatakan dalam Bahasa sunda yang artinya “Yang Ridho, Yang Ikhlas. Mudah-mudahan rezekinya lancar”.

Icang merasa kaget dan heran kenapa tiba-tiba mendapat pesan seperti itu, akhirnya Icang membalas dengan pertanyaan kenapa kok bisa begitu? Lalu temannya Kubay mengatakan jika customer Icang yang sempat ia bawa dari Bandung sampai Subang telah meninggal sekitar 4 tahun lalu.

Itulah kejadian mistis driver ojol yang mengangkut perempuan dari Bandung ke Subang bernama Cindy. Singkat cerita saat itu Icang belum mengetahui ada Channel bernama Jurnalrisa, dan akhirnya selang waktu beberapa lama Icang menemukan Channel tersebut dan meninggalkan komentar di Jurnalrisa untuk menanyakan fakta dari crew Jurnalrisa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Trending Youtube, Driver Ojol Angkut Penumpang Mistis dari Bandung ke Subang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel