Penutupan McD Sarinah Menuai Kritik, Massa Abadikan dan Berkerumun ditengah PSBB Jakarta

Daftar Isi [Tutup]

    Penutupan McD Sarinah Menuai Kritik, Massa Abadikan dan Berkerumun ditengah PSBB Jakarta

    Viral saat gerai restoran cepat saji McDonald’s di pusat pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat ditutup, banyak orang yang berkerumun untuk mengabadikan momen penutupan tersebut. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN Saleh Daulay menyayangkan sikap masyarakat saat itu.

    Pihaknya menganggap adanya kerumunan ini karena tidak ada ketegasan sanksi pada pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Padahal dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa masyarakat tidak boleh berkumpul lebih dari lima orang.

    Saleh mengatakan jika di Indonesia saat ini belum ada sanksi tegas yang membuat masyarakat jera saat melanggar aturan PSBB. Berbeda dengan yang terjadi pada beberapa negara yang lain.

    Masyarakat risau jika akibat dari aksi berkerumun yang terjadi saat penutupan restoran cepat saji tersebut menjadi penyebab penularan wabah virus Corona. Saleh menyarankan agar pemerintah dapat menelusuri siapa yang hadir dalam acara penutupan McD Sarinah pada Minggu 10 Mei 2020 lalu.

    Hasil penelusuran tersebut mereka yang hadir diminta untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 melalui rapid test. Saleh meminta kesadaran dari masyarakat yang hadir agar melakukan rapid test.

    Saleh mengatakan sebisa mungkin masyarakat yang hadir sadar tanpa harus ada penelusuran terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan rapid test dengan biaya pribadi. Ia juga menegaskan tanpa ada kejadian ini rapid test tetap harus berjalan. Namun, kejadian ini membuat perlakuan rapid test lebih diprioritaskan karena ada kemungkinan masyarakat terpapar Covid-19.

    Beredar video McD Sarinah kembali viral. Gerai ini bukan viral karena hanya sebuah aksi penutupan melainkan adanya kerumunan masyarakat dan memancing kritik di tengah mewabahnya Covid-19.

    Pada Minggu 10 Mei 2020 malam yang merupakan penutupan restoran cepat saji McDonald’s di Sarinah. Warga yang merasa memiliki kenangan disana hadir dan berkerumun untuk menyaksikan acara penutupan tersebut.

    Namun, yang terjadi malah menuai kritik dari berbagai kalangan. Banyak komentar netizen yang menyayangkan adanya kerumunan tersebut saat ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

    Aturan PSBB di DKI Jakarta sudah jelas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mengizinkan kerumunan di atas lima orang di seluruh wilayahnya. Jika masih ngotot untuk melakukan hal tersebut. Jajaran pemerintah provinsi, kepolisian dan TNI akan melakukan tindakan tegas.

    Anies Baswedan mengatakan catatan penting yang harus ditaati saat pemberlakuan PSBB, Bahwa masyarakat tidak diizinkan berkerumun lebih dari 5 orang di seluruh Jakarta. Tidak boleh mengadakan kegiatan diluar ruangan lebih dari 5 orang. Anies juga mengatakan akan melakukan penertiban dengan tindakan tegas oleh jajaran Pemprov, Kepolisian, dan TNI yang memastikan seluruh ketentuan PSBB dipatuhi masyarakat.

    Namun, yang terjadi pada malam itu masyarakat seolah-olah tidak peduli dengan peraturan PSBB. Banyak masyarakat berkerumun di lahan parkir depan restoran McDonald’s gedung Sarinah. Layaknya orator ada yang berdiri di depan pintu masuk restoran cepat saji itu serta berteriak, “McDonald’s Sarinah!!!”

    Teriakan tersebut disambut dengan tepuk tangan masyarakat yang telah berkumpul. Banyak dari mereka mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya masing-masing.


    Jangan lupa untuk subscribe channel kami ya, Tagar Berita | Berita Viral

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Penutupan McD Sarinah Menuai Kritik, Massa Abadikan dan Berkerumun ditengah PSBB Jakarta"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel