Pemandangan Mengagumkan Physical Distancing di Pasar Salatiga

Pemandangan Mengagumkan Physical Distancing di Pasar Salatiga

Salah satu langkah penting untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan menjaga jarak (physical distancing). Pemandangan mengagumkan yang terjadi di Pasar Pagi Salatiga sejak Senin, 27 April 2020, sebanyak 853 pedagang yang berjualan di pasar itu menerapkan protokol kesehatan physical distancing dengan pemberian batasan kotak-kotak antar pedagang.

Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Pasar Pagi Salatiga. Tidak hanya itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto, juga memberikan aturan kepada setiap pedagang dan juga pembeli wajib untuk mengenakan masker saat berada di pasar tersebut.

Aturan ketat ini jika tidak ditaati, pemerintah setempat tidak mengizinkan pedagang untuk menggelar dagangannya. Aturan ini disambut baik bagi pembeli di Pasar ini, pembeli tidak lagi merasa was was saat hendak belanja di pasar saat pandemi Covid-19.

Salah satu pedagang di Pasar Salatiga mengaku merasa nyaman dengan penataan yang diatur oleh pemkot. Namun, salah satu akibat dari penataan baru ini di hari pertama terdapat seorang pembeli merasa kebingungan untuk mencari penjual langganannya.

Pemandangan Mengagumkan Physical Distancing di Pasar Salatiga

Kondisi di pasar pagi saat ini para penjual mulai mempersiapkan dagangannya mulai dari jam 12 dini hari. Pasar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga ini dibatasi dengan sebuah alarm tanda untuk berkemas untuk tutup pada pukul 06:00 pagi.

Yuliyanto menyebutkan Pasar Pagi Salatiga merupakan salah satu pasar yang menjadi rujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Pasar ini tidak hanya untuk warga Salatiga, tapi juga warga Kabupaten Semarang. Karena itu, pemerintah setempat tidak ingin memberhentikan ekonomi masyarakat namun tetap mengikuti protokol kesehatan mulai dari wajib menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, serta terdapat hand sanitizer di beberapa titik.

Ia juga mengatakan saat pandemi corona, kondisi perekonomian masyarakat tengah dilanda kesulitan. Jika Pasar Pagi Salatiga ditutup pemerintah khawatir akan timbul kerawanan terutama masalah pangan.

Selain itu, para petugas yang berjaga di pasar tersebut akan tegas terhadap pedagang dan pembeli di pasar pagi. Seperti memberikan aturan jika tidak menggunakan masker maka dilarang untuk masuk area pasar, hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan bersama agar persebaran virus corona dapat terputus.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sempat membuka kiriman foto Pasar Salatiga pada akun instagramnya. Menurut Ganjar penerapan jarak pada setiap penjual dan protokol kesehatan di pasar tersebut bagus dan patut dicontoh.

Ganjar mengaku ide penataan pasar sudah sejak lama disampaikan kepada bupati dan wali kota. Ia mengaku terinspirasi dari pasar yang ada di Myanmar, setelah ide itu disampaikan kepada bupati dan walikota di bawah komandonya. Ternyata Pasar Pagi Salatiga bisa menerapkan hal ini, dan ia pun menandai di Instagram karena memang sangat menginspirasi.

Ia berharap penerapan physical distancing di lingkungan pasar bisa diikuti daerah lain, yang didesain sedemikian rupa agar pasar tetap menjadi rujukan pembelian bahan pangan dan tetap aman dari Covid-19. Saat ini pemerintah Kota Semarang juga akan mempersiapkan skema ini, Ganjar mengaku akan mensupport dan diharapkan masyarakat juga ikut mensupport kebijakan ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Pemandangan Mengagumkan Physical Distancing di Pasar Salatiga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel