McD Sarinah Didenda Rp 10 Juta Karena Melakukan Seremoni Penutupan Gerai

McD Sarinah Didenda Rp 10 Juta Karena Melakukan Seremoni Penutupan Gerai

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberikan sanksi kepada manajemen McDonald's Sarinah. Denda ini karena restoran McDonald's pertama di Indonesia ini telah mengadakan acara penutupan gerainya dengan seremonial pada Minggu 10 Mei 2020 malam sehingga mendatangkan banyak orang.

Seremoni penutupan gerai McDonald's Sarinah ini dianggap melanggar karena dilakukan di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI dalam rangka menekan penyebaran Covid-19.

Dalam peraturan PSBB yang dilakukan pada DKI salah satunya adalah melarang warga untuk berkerumun atau berkumpul lebih dari lima orang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menuturkan, denda yang diberikan Pemprov DKI kepada manajemen McDonald Sarinah adalah sebesar Rp 10 juta.

Pada 14 Mei 2020, Arifin menjelaskan bahwa ada proses pengenaan denda atas kegiatan berkerumun yang dilakukan di depan gerai McD Sarinah yang sempat viral di media sosial.

Denda yang diberlakukan kepada McD Sarinah sesuai dengan Pasal 7 Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangani Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di DKI Jakarta.

Meski begitu, McD Sarinah secara kooperatif telah memenuhi denda yang diterapkan oleh Pemprov DKI tersebut.

Penutupan McD Sarinah yang penuh dengan kisah manis, berujung tidak mengenakkan. Restoran cepat saji ini yang seharusnya menjadi nostalgia lembar penutup perjalanan gerai restoran McD pertama di Indonesia terganggu dengan keramaian pada Minggu malam.

Diketahui, McD Sarinah telah aktif beroperasi hampir 30 tahun hingga akhirnya pada 10 Mei 2020 gerai restoran cepat saji ini resmi ditutup.

Karena masyarakat merasa banyak memiliki kenangan di restoran tersebut, masyarakat pun banyak yang hadir untuk menyaksikan seremoni tersebut. Sebelumnya mereka hanya datang untuk sekedar membeli makanan dengan tetap menerapkan physical distancing.

Menjelang penutupan, warga banyak yang datang ke lokasi tersebut hingga tercipta suasana berkerumun di tengah penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Pihak Satpol PP bersama tim gabungan tidak lama mendatangi lokasi dan membubarkannya. Tidak dipungkiri, kerumunan di restoran tersebut sudah terlanjur terjadi. Acara seremoni penutupan gerai restoran cepat saji itu pun sudah berlangsung hingga acara selesai.

Sebelumnya, penutupan McD Sarinah telah menuai banyak kritik berbagai pihak. Alasan dari penutupan gerai yang telah beroperasi hampir 30 tahun ini bahwa, Sarinah saat ini sedang melakukan program Transformasi. Sarinah saat ini tengah melakukan peremajaan konsep dan model bisnis Sarinah yang salah satunya adalah melakukan renovasi Gedung Sarinah Thamrin.

Sarinah merupakan salah satu ikon atau gedung bersejarah bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi warga Jakarta. Rencana program renovasi gedung warisan Presiden Pertama RI Ir. Soekarno itu direncanakan akan selesai pada bulan Mei 2021.

Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, ia memberi kesempatan bagi McDonald's untuk tetap membuka gerai di Sarinah setelah renovasi selesai. Nantinya, McDonald's akan diberikan beberapa persyaratan seperti menyediakan konten lokal untuk tetap berdiri kembali di lokasi bersejarah tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "McD Sarinah Didenda Rp 10 Juta Karena Melakukan Seremoni Penutupan Gerai"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel