Fakta 500 TKA China Diizinkan Masuk Indonesia Saat Pandemi Covid-19

Fakta 500 TKA China Diizinkan Masuk Indonesia Saat Pandemi Covid-19

Ditengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia, pemerintah sedang menggencarkan aksi untuk memberikan batasan terhadap aktivitas masyarakat Indonesia. Warga saat ini bahkan tidak boleh bepergian ke daerah lain dan menetapkan larangan mudik.

Namun, di Sulawesi Tenggara (Sultra) kabar sebelumnya telah memberi mengizinkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China untuk bekerja di perusahaan Kabupaten Konawe yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengaku para 500 TKA yang telah diberikan izin secara resmi oleh dua perusahaan nikel. Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Aris Wahyudi, menyebutkan bahwa hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 11 tahun 2020 pasal 3 ayat (1) huruf f dimana menyebutkan jika warga asing yang hendak bekerja pada proyek strategis nasional tidak dilarang masuk Indonesia selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Aris menyatakan jika Kemenaker mempedulikan urusan kesehatan di lingkungan industri Konawe, dan juga masyarakat umum yang ada di daerah tersebut. Aris telah menyampaikan surat kepada Dinas Tenaga Kerja yang ada di Sultra untuk tetap melaksanakan protokol Covid-19 terhadap persetujuan izin kerja 500 TKA asal China tersebut.

Sementara, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marvel) Jodi Mahardi, menjelaskan jika rencana kedatangan 500 TKA asal Cina ke Sultra merupakan kebutuhan penyelesaian pembangunan proyek industri agar dapat segera diselesaikan.

Berdasarkan data yang ia punya, saat ini total TKA asal China yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel telah mencapai mencapai 709 orang. Sedangkan untuk tenaga kerja asli Indonesia sudah mencapai 11.084 orang pada kedua perusahaan tersebut.

TKA China ini didatangkan karena alasan keahlian yang memang saat ini dibutuhkan, karena sampai saat ini tenaga lokal belum bisa menggantikan pekerjaan TKA tersebut. Kedua perusahaan tersebut menggunakan teknologi yang memang langsung dari negara China.

Meskipun begitu, Aris Wahyudi menjelaskan rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing atau TKA asal Cina ke Kendari, Sulawesi Tenggara masih ditunda untuk saat ini. Pihaknya juga bisa melakukan pembatalan kedatangan 500 TKA tersebut dengan pertimbangan keselamatan, kepentingan dan kemaslahatan umum.

Ia juga membenarkan jika Kemenaker sudah menyetujui Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) asal China yang diajukan oleh kedua perusahaan tersebut. Aris mengatakan jika RPTKA kedua perusahaan tersebut diterima setelah mempertimbangkan legalitas dan urgensinya. Persetujuan tersebut, demi menjaga pembangunan daerah dan aktivitas perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kemenaker tetap menegaskan jika pelaksanaannya harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan dan warga masyarakat. Namun juga harus mempertimbangan agar aktivitas ekonomi dan produksi tetap bisa berjalan, sehingga bisa meminimalisasi potensi terjadinya PHK atau Pekerja dirumahkan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Fakta 500 TKA China Diizinkan Masuk Indonesia Saat Pandemi Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel