Kementan Buat Antivirus Corona dari Eucalyptus, Apakah Bisa Bunuh Virus Covid-19?

Daftar Isi [Tutup]

    Kementan Buat Antivirus Corona dari Eucalyptus, Apakah Bisa Bunuh Virus Covid-19?

    Eucalyptus menjadi bahan dasar inovasi antivirus yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) pada Jumat, 8 Mei 2020. Hal ini menjadi kabar yang baik di tengah pandemi covid-19 yang masih merebak khususnya di Indonesia.

    Eucalyptus adalah sejenis pohon yang daun dan minyaknya mampu digunakan sebagai obat untuk penderita kondisi kesehatan tertentu. Keterangan dari Wikipedia bahwa eucalyptus merupakan pohon yang asli tumbuh di Australia. Masyarakat akan mudah untuk memperoleh manfaat dari eucalyptus karena saat ini ada 700 jenis eucalyptus yang tersebar di seluruh dunia.

    Disampaikan melalui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo jika produk inovasi antivirus berbasis eucalyptus ini telah melalui uji lab peneliti pertanian terhadap virus influenza, beta dan gamma corona. Pihaknya mengklaim, hasil uji lab eucalyptus ini mampu membunuh 80-100 persen virus.

    Beberapa prototype eucalyptus yang dibuat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang menggunakan nano teknologi diantaranya berbentuk inhaler, roll on, salep, balsem dan diffuser.

    Pengembangan produk ini akan terus dikembangkan yang menargetkan para pasien yang dinyatakan positif terpapar virus corona terbaru atau Covid-19.

    Lalu, Apakah benar bahwa eucalyptus atau minyak kayu putih ini dapat membunuh virus?

    DR dr Inggrid Tania MSI, selaku Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengatakan, memang benar eucalyptus memiliki sejumlah zat aktif dan zat aktif ini bersifat anti bakteri, anti virus serta anti jamur. Sudah ada penelitian yang membuktikan eucalyptus efektif dalam menyembuhkan virus betacorona, meski demikian betacorona bukan virus Covid-19 atau SARS-CoV-2.

    Virus corona yang saat ini tengah mewabah saat ini adalah SARS-CoV-2 dan memang termasuk dalam virus betacorona. Namun, SARS-CoV-2 ini termasuk betacorona yang lebih baru dan khusus. Dr Inggrid mengatakan jika penelitian itu bersifat invitro, (eucalyptus) membunuh virus betacorona hanya sebatas itu.

    Dr Inggrid juga mengungkapkan memang sudah ada penelitian bioinformatika tentang zat aktif eucalyptus dalam membunuh virus SARS-CoV-2. Namun, penelitian ini hanya berupa molekular atau simulasi dalam komputer, pada simulasi tersebut dilakukan penyamaan molekul zat aktif pada eucalyptus dengan molekul protein virus SARS-CoV-2.

    Jika eucalyptus disebut sebagai obat dari Covid-19 belum bisa, meskipun dalam penelitian bioinformatika tersebut telah ada kecocokan dan bisa dijadikan sebagai kandidat antivirus Covid-19.

    Pihaknya juga menjelaskan jika sampai saat ini eucalyptus atau yang familiar disebut minyak kayu putih tidak untuk pemakaian organ dalam atau diminum, sebagian besar hanya sebagai minyak atsiri yang di gunakan secara oles atau dengan menghirup.

    Produk eucalyptus yang digunakan sebagai inhaler, diharapkan kandungan zat aktif yang terdapat pada minyak kayu putih dapat dihirup dan masuk dalam saluran pernafasan, mirip saat terjangkit penyakit flu pada umumnya.

    Dr Inggrid juga menjelaskan ulang jika eucalyptus belum bisa dianggap sebagai obat untuk Covid-19. Harus diujikan terlebih dahulu pada virus SARS- CoV-2. Sedangkan penelitian yang sebelumnya ada hanya pada virus betacorona. Jadi eucalyptus masih berupa antivurus prediksi dan eucalyptus belum bisa disebut sebagai obat Covid-19.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Kementan Buat Antivirus Corona dari Eucalyptus, Apakah Bisa Bunuh Virus Covid-19?"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel