Beredar Foto Tarif Rapid Test di Klaten, Terlalu Mahal? Inilah Faktanya

Beredar Foto Tarif Rapid Test di Klaten, Terlalu Mahal Inilah Faktanya

Beredar di media sosial sebuah surat edaran tarif penerbitan surat keterangan dokter termasuk tariff rapid test dari RSD Bagas Waras Klaten. Dalam surat edaran yang beredar di media sosial tersebut harga surat keterangan rapid test dijual dengan harga ratusan ribu.

Beberapa akun media sosial meng-upload foto surat edaran tarif kesehatan baik di twitter dan facebook. Pada sebuah grup ISK Info Seputar Klaten tampak seseorang mengirimkan foto surat edaran dengan caption “mohon pencerahan luuur...Niki leres mboten” (mohon pencerahan lur, ini betul apa tidak).

Postingan tersebut dikirimkan oleh akun facebook bernama Diyanto dan sampai berita ini ditulis telah mendapatkan 476 komentar, 14 kali dibagikan dan 306 tanggapan. Postingan yang ia buat pada Rabu, 27 Mei 2020 pukul 16.38 tersebut menuai banyak komentar. Ada yang berpendapat tarif tersebut memang wajar, ada pula yang menilai jika tarif tersebut mahal.

Dalam foto terlihat jelas, surat edaran tersebut terdapat kop Rumah Sakit Daerah Bagas Waras Kabupaten Klaten. Surat edaran tersebut terdapat keterangan tarif penerbitan surat keterangan dokter RSD Bagas Waras kab. Klaten

Informasi yang tertera dalam surat tersebut seperti menjelaskan jenis surat, keterangan dan juga rincian biaya serta total. Adapun jenis surat yang pertama yakni KIR kesehatan umum, untuk memperoleh surat ini pasien harus menyediakan uang sebesar Rp 26 ribu. Rinciannya adalah pendaftaran Rp 8 ribu dan pemeriksaan poli umum Rp 18 ribu.

Kemudian surat yang kedua, surat keterangan rapid test yang dibanderol dengan harga Rp 371 ribu. Rincian dari total biaya tersebut adalah pendaftaran Rp 8 ribu, pemeriksaan dokter spesialis Rp 33 ribu, dan rapid test sebesar Rp 330 ribu.

Sedangkan yang ketiga, terdapat surat keterangan dokter dengan total harga Rp 531 ribu. Dimana rinciannya pendaftaran Rp 8 ribu, pemeriksaan dokter spesialis Rp 33 ribu, rapid test Rp 330 ribu, pemeriksaan Ro Thorax senilai Rp 100.500, dan pemeriksaan darah lengkap Rp 60.100.

Disisi lain, Abdul Muslih selaku koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten (ARAKK) menyebutkan telah mencermati surat edaran tersebut. Pihaknya mempertanyakan dasar hukum atas tarif tersebut agar masyarakat tidak bertanya-tanya dalam kondisi seperti saat ini.

Muslih menilai, ditengah pandemic Covid-19 seperti saat ini sebaiknya rumah sakit tidak membebani tariff yang terlalu tinggi. Karena masyarakat yang butuh akses kesehatan terhambat karena biaya. Kalaupun rapid test untuk kepentingan personal akan lebih baik jika digratiskan.

Meski demikian, dokter Limawan Budi Wibowo selaku Direktur Utama RSD Bagas Waras Klaten telah membenarkan jika surat edaran yang beredar tersebut memang diterbitkan oleh rumah sakitnya.

Pihaknya membantah jika tarif yang ditetapkan terlalu mahal. Ia juga mengatakan tariff tersebut biasa atau bisa disebut normal karena tarif tersebut sudah termasuk dengan keperluan perjalanan.

Adapun tarif rapid test tersebut merupakan tarif mandiri, sedangkan untuk rujukan tidak membayar. Limawan menyebut jika tariff tersebut digunakan untuk orang sehat yang hendak bepergian keperluan transportasi penerbangan dan sebagainya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Beredar Foto Tarif Rapid Test di Klaten, Terlalu Mahal? Inilah Faktanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel