Waduh! KUA Tidak Melayani Akad Nikah Selama Covid-19 Mewabah

Daftar Isi [Tutup]

    Waduh! KUA Tidak Melayani Akad Nikah Selama Covid-19 Mewabah

    Waduh! KUA Tidak Melayani Akad Nikah Selama Covid-19 Mewabah. Selama virus corona masih mewabah, Kementerian Agama RI meminta kepada siapapun yang memiliki rencana menikah agar menunda atau menjadwal ulang pernikahan sampai pandemi virus corona atau Covid-19 mereda.

    Protokol nikah terbaru terkait penanganan Covid-19 pada pelayanan ke bimasislam diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag, Surat edaran tersebut ditujukan kepada kepala kanwil Kemenag provinsi dan penghulu, antara lain untuk mengatur layanan publik di KUA.

    Kamis, 2 April 2020 Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis menjelaskan permohonan atau pendaftaran baru pelaksanaan akad nikah di tengah darurat Covid-19 tidak dilayani dan meminta masyarakat untuk menunda akad nikah.

    Kamaruddin melanjutkan pelayanan pencatatan nikah masih tetap bisa dilakukan, hanya mekanisme pendaftarannya tidak secara tatap muka di KUA, akan tetapi pendaftaran secara online melalui alamat: simkah.kemenag.go.id, yang membedakan adalah pelaksanaan akadnya tidak dalam masa darurat Covid-19, pihak Kemenag juga akan terus melakukan update perkembangan dari mewabahnya covid-19.

    Pelayanan akad nikah yang tetap dilayani adalah para calon pengantin yang telah mendaftarkan rencana pernikahannya sebelum tanggal 1 April 2020, dan pelayanan akad ini hanya dilakukan di KUA dan tidak melayani akad nikah di luar KUA.

    Kemenag berharap agar masyarakat dapat memahami dan menyesuaikan protokol terbaru dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, karena aturan ini dibuat dalam kondisi darurat kesehatan yang disebabkan oleh virus corona terbaru atau Covid-19.

    Memang yang saat ini terjadi setiap daerah memiliki tingkat darurat yang berbeda-beda, namun dalam hal ini KUA wajib untuk mengingatkan dan berkoordinasi, mematuhi serta menyelaraskan penyelenggaraan layanan masyarakat sesuai dengan perkembangan kebijakan pemerintah daerah dalam pencegahan penyebaran virus corona di wilayah masing-masing.

    Wabah Covid-19 juga menjadikan Kementerian Agama memperpanjang masa bekerja dirumah atau work from home (WFH) sampai dengan 21 April 2020, namun Kamaruddin meminta kepada seluruh jajaran di kanwil dan KUA tetap memberikan pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat secara online.

    Seluruh KUA juga diwajibkan untuk memberitahukan nomor atau email kontak petugas yang bisa dihubungi, dengan harapan memudahkan masyarakat mengakses informasi tersebut.

    Sehubungan dengan banyaknya informasi tentang akad nikah yang dilakukan secara online, baik melalui telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya tidak diperkenankan.

    Isi protokol pelaksanaan akad nikah di KUA di tengah masa darurat Covid-19, Ditjen Bimas Islam menerbitkan surat edaran berisi protokol pelaksanaan sebagai berikut ini:

    1. Membatasi jumlah peserta yang mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan.
    2. Colon pengantin dan anggota keluarga yang terlibat dalam prosesi akad nikah harus telah membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menggunakan masker.
    3. Petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki mengenakan sarung tangan dan masker pada saat pelaksanaan ijab kabul.

    Kamaruddin juga menegaskan kembali kepada masyarakat untuk memanfaatkan smarphone dengan teknologi informasi untuk memperoleh pelayanan serta menunda permintaan pelayanan secara tatap muka secara langsung.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Waduh! KUA Tidak Melayani Akad Nikah Selama Covid-19 Mewabah"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel