Tangis 87 Karyawan Ramayana Karena PHK

Daftar Isi [Tutup]

    Tangis 87 Karyawan Ramayana Karena PHK

    Terdapat video yang viral di media sosial, video yang berdurasi 45 detik tersebut telah ditonton sebanyak hampir 400 ribu kali, dan memperlihatkan suasana tangis dan saling berpelukan pegawai swalayan Ramayana.


    Dikonfirmasikan kepada Store Manager Ramayana City Plaza Depok M Nukmal Amadar bahwa video tersebut merupakan pegawai di tempat ia bekerja. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu 4 April 2020 setelah adanya pengumuman penutupan Ramayana Depok, Jawa Barat.

    Pemutusan Hubungan Kerja ini dilakukan Ramayana karena mengalami penurunan omset yang mencapai 80 persen yang artinya perusahaan tidak mampu menanggung biaya yang diperlukan, dan penutupan Ramayana berlaku mulai hari Senin 6 April 2020.

    Dalam pengumuman penutupan Ramayana City Plaza Depok, sebanyak 87 karyawan mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan saat ini Ramayana tengah mempersiapkan kompensasi akibat PHK tersebut.

    Video yang beredar di internet tersebut mengundang keprihatinan dari netizen warganet mengatakan tindakan PHK itu karena masyarakat mengikuti himbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing atau diam di rumah, sehingga perusahaan mengalami penurunan omset.


    Perlakukan PHK saat ini tengah banyak terjadi di daerah Jakarta dan sekitarnya khususnya yang menjadi zona merah Covid-19. Dinas Tenaga Kerja pada tanggal 5 April 2020, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta telah mencatat sebanyak 162,416 pekerja terkena PHK dan ada pula yang diberi perlakukan unpaid leave atau dirumahkan tanpa menerima upah oleh perusahaan.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri yansyah mengatakan jumlah orang yang kena PHK dan dirumahkan berasal dari 18 ribu perusahaan.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Tangis 87 Karyawan Ramayana Karena PHK"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel