Setelah Larang Mudik, Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Beda

Setelah Larang Mudik, Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Beda

Sejak munculnya wabah covid-19 di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kebijakan jika pemerintah melarang warganya untuk mudik. Pemerintah khawatir jika warga yang berasal dari kota besar yang saat ini menjadi zona merah Covid-19 tanpa diketahui membawa wabah virus dan menularkan kepada masyarakat yang ada di kampung halaman.

Namun belakangan heboh dengan pembicaraan Jokowi dalam penggunaan istilah mudik dan pulang kampung yang belum pernah menjadi masalah rumit seperti saat ini. Jokowi menyatakan jika mudik dan pulang kampung memiliki arti yang berbeda.

Polemik ini berawal dari pertanyaan yang dilontarkan kepada Jokowi oleh Najwa Shihab, Najwa bertanya sebenarnya mudik itu dilarang atau tidak? Karena saat ini telah banyak orang yang mudik. Pertanyaan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif di acara Mata najwa pada Rabu malam , 22 April 2020.

Jokowi pun menjawab jika yang dilakukan orang itu bukan mudik, melainkan disebut dengan pulang kampung. Memang bekerja di wilayah Jabodetabek, namun disini sudah tidak ada pekerjaan lalu mereka pulang. Hal ini karena anak dan istrinya ada di kampung halaman.

Jokowi mengatakan jika mudik itu berbeda dengan pulang kampung, arti mudik versi jokowi adalah dilakukan ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, jika pulang kampung jokowi mengatakan tidak terbatas pada momen lebaran saja, bisa saja karena bekerja di Jakarta tapi anak istrinya di kampung.

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi Android yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kata mudik memiliki dua arti.

Arti Mudik
1. (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dari Palembang -- sampai ke Sekayu
2. Pulang ke kampung halaman
Contoh : seminggu menjelang lebaran sudah banyak orang yang mudik

Sedangkan arti Pulang Kampung
pulang kampung
kembali ke kampung halaman; mudik
Contoh: dia pulang kampung setelah tidak lagi bekerja di kota

Dari segi arti memang memiliki kemiripan, namun saat melihat contoh yang ada di KBBI kata mudi melekat pada konteks Lebaran, sedangkan jika pulang kampung identik dengan konteks kondisi pekerjaan di kota.

Seorang pegiat Bahasa Indonesia Ivan Lanin yang sering menjadi rujukan juga merespon dan menyebut kamus sudah mati.

"Kamus sudah mati ketika politikus mendefinisikan sendiri arti kata;
ketika para pendengung sibuk mencari pembenaran;
ketika para pengikut membeo mengiakan;
ketika kepentingan mengalahkan kebenaran;
dan ketika aku tidak sanggup berteriak,"

Tulis Ivan Lanin dalam statusnya, Pada Kamis 23 April 2020.

Tidak hanya Ivan Lanin, seorang pakar Bahasa UIN Syarif Hidayatullah, yang juga seorang magister linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Hilmi Akmal juga ikut menelaah tentang polemik mudik dan pulang kampung. Kondisi saat ini memang masyarakat sering mengasosiasikan mudik dengan Lebaran. Dan setelah pernyataan Jokowi terhadap kedua istilah tersebut, istilah mudik dan pulang kampung menjadi kacau.

Hilmi mengatakan jika memang tidak bisa dipungkiri kata mudik lebih sering didengar masyarakat ketika menjelang lebaran atau sesudahnya, sedangkan kata pulang kampung bisa digunakan lebih umum dan tidak terikat waktu lebaran. Namun, kedua kata ini memiliki arti yang sama.

Pendapat yang berbeda juga disampaikan oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi yang sepakat dengan pernyataan Jokowi.

Menurutnya, apa yang telah disampaikan Jokowi perihal perbedaan mudik dan pulang kampung sudah tepat. Menurut Ketua Umum Relawan Pendukung Jokowi alias Projo ini, mudik adalah aktivitas tradisi Indonesia ketika hari raya idul fitri, biasanya selama 14 hari mulai dari tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran.

Sedangkan makna pulang kampung merupakan pilihan masyarakat untuk kembali ke tempat asalnya yang ada di kampung halaman dengan alasan sosial-ekonomi. Budi mengatakan jika pulang kampung merupakan hak asasi manusia, karena sedang terjadi keterpurukan di kota warga memilih untuk kembali menemui keluarganya di kampung halaman. Namun, apapun perbedaan mudik dan pulang kampung Budi mengatakan sama-sama tidak perlu dilakukan disaat pandemi Covid-19 tengah mewabah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Setelah Larang Mudik, Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Beda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel