Saat Pandemi Corona, Kapal Asing Lebih Giat Curi Ikan di Laut Indonesia

Saat Pandemi Corona, Kapal Asing Lebih Giat Curi Ikan di Laut Indonesia

Saat pandemi Covid-19 sedang mewabah di hampir seluruh wilayah Indonesia, aktivitas pencurian ikan yang terjadi di perairan republik Indonesia oleh kapal ikan asing malah semakin meningkat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Selasa 14 April 2020 mengatakan jika dari awal KKP tidak memiliki rencana untuk mengendorkan pengawasan di wilayah perairan laut Indonesia, karena diduga di tengah mewabahnya Covid-19 justru ada yang memanfaatkan keadaan misalnya oleh para pencuri ikan.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP, di tengah pandemi Covid-19 justru terdapat kecenderungan pelaku penangkapan ikan ilegal yang lebih giat melakukan aksinya.

Edhy Prabowo mengatakan, Indikasi hal tersebut dapat ditunjukan dari peningkatan jumlah kapal perikanan asing yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan telah melakukan aksi penangkapan terhadap tiga buah kapal berbendera Malaysia pada hari Minggu 12 April 2020 di WPP-NRI 571-Selat Malaka.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinahkodai oleh Kapten Ardiansyah dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 yang dinahkodai oleh Kapten Rusdianto.

Edhy Prabowo juga menjelaskan bahwa kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 berhasil melumpuhkan KM SLFA 4429 pada posisi koordinat 03º 21,996’ LU dan 100º 21,530’ BT dan KM SLFA 2030 pada posisi koordinat 03º 23,598’ LU dan 100º 21.260’ BT, Sedangkan KM PK 3853 F dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 pada posisi koordinat 03º 23,426 LU - 100º 30,303 BT.

Ketiga-tiganya merupakan kapal yang berbendera Malaysia yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan sebagaimana ketentuan, tidak hanya itu kapal tersebut juga menggunakan alat penangkap ikan trawl.

Kapal Pengawas Perikanan selain berhasil melumpuhkan tiga kapal asing tersebut, juga berhasil mengamankan 14 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Myanmar.

Proses hukum lebih lanjut, ketiga kapal perikanan tersebut akan dilakukan ad hoc ke pangkalan PSDKP Batam. Edhy Prabowo juga telah memastikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh pengawas perikanan Indonesia sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia.

Tertangkapnya tiga buah kapal yang berbendera negara Malaysia ini, secara keseluruhan Indonesia telah menangkap 27 kapal ikan asing ilegal selama kurang dari setengah tahun, 27 kapal ilegal tersebut diantaranya terdiri dari 12 kapal berbendera Vietnam, 8 kapal berbendera Malaysia dan 7 kapal berbendera Filipina.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Saat Pandemi Corona, Kapal Asing Lebih Giat Curi Ikan di Laut Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel