Permenkes PSBB: Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang!

Daftar Isi [Tutup]

    Permenkes PSBB: Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang!

    Aturan dalam Pasal 15 Nomor 9 tahun 2020 Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahwasannya terkait wabah corona melarang kendaraan roda dua ojek berbasis aplikasi atau yang dikenal ojek online tidak boleh mengangkut penumpang.

    Pada pasal tersebut juga mengatur sejumlah perusahaan komersial dan swasta yang tetap boleh beroperasi saat daerah ditetapkan PSBB yang salah satunya adalah layanan ojek online. Namun layanan ojek online ini hanya boleh mengangkut barang bisa berupa paket atau makanan dan tidak diperbolehkan membawa penumpang selama PSBB terkait Corona.

    Peraturan Menteri Kesehatan tentang PSBB ini diterbitkan langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang tidak lain tujuan utamanya adalah menghentikan penyebaran virus corona terbaru yaitu Covid-19.

    Aturan dalam pasal ini, pemerintah berhak untuk meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, moda transportasi, kegiatan khusus terkait pertahanan dan keamanan jika daerah tersebut dinyatakan PSBB.

    Adapun bidang usaha yang boleh tetap beroperasi namun secara terbatas selain layanan ekspedisi barang dan ojek online. Namun, perusahaan harus mengatur jumlah pekerja secara minimum dan menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman antar karyawan saat bekerja, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah wabah virus corona.

    Bidang usaha yang diperbolehkan beroperasi antara lain:

    1. Toko yang berhubungan dengan bahan pangan, kebutuhan pokok, barang penting, yang mencakup makanan, diantaranya : beras, cabai, kedelai, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, gula, tepung terigu, minyak goreng, buah-buahan dan sayuran, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan, susu dan produk susu, dan air mineral dalam kemasan. Kemudian termasuk warung makan atau rumah makan atau restoran, serta barang penting yang mencakup benih, pupuk, bibit ternak, pestisida, obat dan vaksin untuk ternak, pakan ternak, gas LPG, semen, triplek, besi baja konstruksi, dan baja ringan.
    2. Bank, kantor asuransi, ATM, penyelenggara sistem pembayaran, termasuk vendor pengisian ATM dan vendor IT untuk operasi perbankan, call center perbankan dan operasi ATM.
    3. Media cetak dan elektronik.
    4. Telekomunikasi, layanan internet, penyiaran dan layanan kabel. IT dan Layanan yang diaktifkan dengan IT (untuk layanan esensial) sebisa mungkin diupayakan untuk bekerja dari rumah, kecuali untuk mobilitas penyelenggara telekomunikasi, vendor atau supplier telekomunikasi atau IT, dan penyelenggara infrastruktur data.
    5. Pengiriman semua bahan dan barang pangan atau barang pokok dan barang penting termasuk makanan, peralatan medis, obat-obatan.
    6. Pompa bensin, outlet ritel, LPG dan penyimpanan Minyak dan Gas Bumi.
    7. Pembangkit listrik, Unit dan Layanan transmisi dan distribusi
    8. Layanan pasar modal sebagaimana yang ditentukan oleh Bursa Efek Jakarta.
    9. Layanan pergudangan dan penyimpanan dingin (cold storage).
    10. Layanan keamanan pribadi.

    Kantor yang termasuk kategori di atas harus tetap bekerja dengan jumlah karyawan yang minim dan tetap mengutamakan upaya pencegahan penyebaran penyakit corona sesuai dengan protokol di tempat kerja.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Permenkes PSBB: Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang!"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel