Mitos! Panas Matahari Membunuh Covid-19

Mitos! Panas Matahari Membunuh Covid-19

Mitos! Panas matahari mampu membunuh virus corona terbaru atau covid-19. Saat ini banyak dijumpai warga sekitar kita berjemur di bawah saat sinar matahari yang sudah mulai memanas di pagi hari. Hal ini dilakukan para warga kita ketika ramai berita di tengah wabah Covid-19.

Aktivitas berjemur dibawah sinar matahari memang menyehatkan dan mampu meningkatkan imun tubuh, dan sama menyehatkannya dengan rajin olahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup, namun tidak berarti membunuh virus corona.

Jika panas sorot sinar matahari dinilai memiliki kemampuan untuk membunuh virus corona ini merupakan mitos, kesimpulan ini disampaikan berdasarkan kajian sains sementara waktu ini, bisa jadi penelitian berkembang dan memang fakta bisa membunuh virus corona jenis covid-19.

Bukan sebuah hal yang tidak mungkin jika kebenaran sains bisa berubah seiring berkembangnya waktu karena terus dilakukan penelitian tanpa henti melalui falsifikasi satu ke falsifikasi lainnya, namun untuk saat ini kesimpulan bahwa virus corona tidak bisa mati oleh panas sinar matahari resmi disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kiriman resmi WHO yang ditulis dalam Mythbusters pada Jumat 3 April 2020, menjelaskan bahwa menjemur diri di bawah sinar matahari atau dalam suhu diatas 25 derajat celcius tidak mencegah penyakit akibat virus corona Covid-19.

Bahkan WHO menambahkan sebuah penjelasan bahwa covid-19 bisa menginfeksi tanpa peduli seterik apapun dan sepanas apapun cuacanya, penjelasan ini berdasarkan bukti jika di covid-19 juga mewabah di negara-negara yang memiliki cuaca panas.

Saran dari WHO untuk terhindar dari infeksi covid-19, bahwa pastikan tangan selalu bersih dengan cara sering mencucinya dengan air mengalir dan sabun, sebisa mungkin hindari menyentuh mata, mulut dan hidung.

Bukti pernyataan ini memang saat ini covid-19 telah menyebar di hampir seluruh wilayah, termasuk wilayah yang memiliki cuaca panas dan lembab. Terlepas dari iklim panas maupun lembab, himbauan dari WHO adalah selalu menerapkan langkah perlindungan di tempat dimana kita tinggal atau di tempat yang dilaporkan terjadi kasus COVID-19, dan cara terbaik masih sama dengan informasi yang telah banyak beredar yaitu dengan membersihkan tangan Anda sesering mungkin.

Tidak hanya paparan sinar matahari, sinar ultraviolet dari lampu UV juga tidak bisa mensterilkan tangan atau kulit kita, justru paparan lampu UV bisa membuat iritasi pada kulit, selain sinar UV air hangat juga tidak akan bisa mencegah penularan virus corona Covid-19, karena berapapun suhu air yang digunakan untuk mandi suhu tubuh manusia normal akan tetap berkisar 36,5 derajat celcius hingga 37 derajat celcius, justru mandi dengan air yang terlalu panas bisa melukai kulit.

Pendapat berbeda dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dikutip dari AFP, yang sempat mengatakan penyakit SARS-CoV-2 atau covid-19 akan hilang oleh panas di bulan April 2020, ia mengatakan ini pada 11 Februari 2020 dan saat itu jumlah kematian akibat Covid-19 belum sebanyak ini, dan Covid-19 belum ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mitos! Panas Matahari Membunuh Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel