Miris! Perawat Pasien Covid-19 Diusir dari Kosan

Daftar Isi [Tutup]

    Miris! Perawat Pasien Covid-19 Diusir dari Kosan

    Di tengah wabah corona yang melanda saat ini, jasa tenaga medis sangatlah dibutuhkan untuk seluruh kalangan, terutama bagi mereka yang terinfeksi Covid-19, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memerangi wabah Covid-19, namun di tengah masyarakat selain apresiasi kepada tenaga medis juga ada cerita yang miris.

    Salah seorang perawat di RSUP Persahabatan Jakarta Timur, diminta warga untuk meninggalkan kamar kosnya, warga beranggapan perawat yang berurusan langsung dengan pasien positif Covid-19 dianggap berbahaya karena dapat menularkan virus Covid-19 kepada warga sekitar.

    Saat ini manajemen rumah sakit sedang mencarikan tempat tinggal yang dirasa layak untuk perawat untuk beristirahat dan transit. Memang belum ada kepastian tentang kebenaran perawat ini namun cerita dari rekan-rekan medis sudah beredar meskipun belum dikonfirmasi kepada yang bersangkutan secara langsung.

    Stigma ini tidak hanya dialami oleh perawat, beberapa koasisten, mahasiswa kedokteran, dan mahasiswa kedokteran spesialis RS Persahabatan juga mengalami hal serupa.

    Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah menyayangkan kejadian ini ada ditengah masyarakat, masyarakat perlu edukasi bahwasannya penularan infeksi Covid-19 ini pada droplet atau percikan bukan dari udara, warga bisa menerapkan pencegahan penularan infeksi virus ini dengan cara physical distancing, jika hal ini bisa dilakukan di kosan kenapa harus khawatir tentang hal ini.

    Menyikapi tentang masalah ini, jika kejadian ini terus meningkat di tengah warga Harif mendorong pihak rumah sakit khususnya rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19, untuk menyediakan rumah singgah bagi tenaga medisnya.

    Memang situasi yang seperti ini petugas medis akan jarang kembali ke tempat tinggal, mestinya rumah singgah bisa digunakan sebagai solusi kepada petugas medis untuk melepas lelah.

    Harif juga memberikan arahannya jika kesehatan petugas medis merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan, untuk itu manajemen rumah sakit harus menjalankan protap (prosedur tetap) 14 hari kerja dan 14 hari istirahat untuk tenaga medisnya.

    Jika melihat sistem yang dijalankan untuk petugas medis yang ada di Wisma Atlet terdapat 28 hari kerja, 14 hari kerja dan 14 hari istirahat, hal ini merupakan hal penting untuk menjaga siap siaga kesehatan petugas medis, sebagai informasi 14 hari kerja dan 14 hari istirahat ini merupakan protap pedoman nasional.

    Orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien positif Covid-19 harus menjalani isolasi 14 hari, apalagi dengan perawat yang sehari-hari mengurus langsung pasien Covid-19. Oleh karena itu petugas medis juga berhak mendapat kesempatan istirahat selama 14 hari.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Miris! Perawat Pasien Covid-19 Diusir dari Kosan"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel