Inilah Empat Negara yang Sukses Cegah Penyebaran Corona

Inilah Empat Negara yang Sukses Tangani Penyebaran Corona

Saat ini virus corona sudah menyebar di hampir seluruh negara di dunia. Data John Hopkins menunjukan terdapat 185 negara telah melaporkan kasus infeksi virus mematikan ini.

Beberapa peneliti berpendapat setelah melewati gelombang pertama penyebaran virus corona, masih aka nada gelombang lanjutan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menilai jika akhir daripada pandemi ini masih lama.

Disisi lain, terdapat beberapa negara yang menjadi sorotan kacamata internasional karena dinilai berhasil dalam menekan penyebaran virus corona dengan memberlakukan kebijakan dini, Kesuksesan ini dinilai dari lambatnya penambahan kasus corona dan juga rendahnya angka kematian yang ada di negara tersebut. Berikut ini empat negara yang sukses menekan angka penyebaran corona:

Vietnam

Inilah Empat Negara yang Sukses Tangani Penyebaran Corona

Vietnam dinilai sukses menangani penyebaran virus corona yang ada di negaranya. Negara yang dipimpin oleh Presiden Nguyễn Phú Trọng ini merespon dengan cepat dengan kebijakan dini dari pemerintahannya. Sampai saat ini Vietnam mencatat nol kasus kematian akibat pandemi Covid-19.

Data John Hopkins pada tanggal 24 April 2020, Vietnam telah mencatat 268 kasus Covid-19, dan sebanyak 224 telah dinyatakan sembuh. Kasus yang tercatat meningkat pada Maret sampai dengan April 2020. Namun, mulai tanggal 16 April sampai dengan 24 April tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru di Vietnam.

Dilansir dari situs World Economic Forum, Vietnam memberlakukan kebijakan untuk menekan penyebaran virus ini mulai dari 1 Februari 2020. Mulai saat itu penerbangan dari dan menuju China diberhentikan, dan Sekolah ditutup setelah libur tahun baru China.

Karantina juga diberlakukan di Provinsi Vinh Phuc (utara Hanoi) setelah dua minggu dari kebijakan penutupan penerbangan dari dan menuju China. Kebijakan ini berlaku karena ada kekhawatiran terhadap kesehatan dari para pekerja yang kembali dari Wuhan.

Vietnam juga memberhentikan penerbangan internasional, dan memberlakukan karantina selama 14 hari kepada siapapun yang baru saja datang di Vietnam. Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi diisolasi dan melakukan tracing kepada orang yang kemungkinan berhubungan dengan pasien positif corona.

Tidak hanya itu, banyak ditemui bilik disinfektan di berbagai tempat meskipun akhir-akhir ini para ahli kesehatan mengeluarkan peringatan bahaya desinfektan jika disemprotkan pada tubuh manusia. Pemerintah Vietnam juga mewajibkan setiap warganya untuk mengenakan masker saat diluar rumah. Bahkan informasi mengenai cara mencegah Covid-19 di pasang di berbagai tempat khususnya area public untuk meningkatkan pemahaman para warganya.

Negara yang memiliki satu partai dengan kekuatan militer yang besar ini dapat membuat keputusan yang cepat dan menyegerakan implementasinya. Ditambah lagi budanya pengawasan masyarakat yang kuat, warganya bisa melaporkan bila ada tetangga yang diduga terinfeksi corona atau melakukan pelanggaran.

Pemerintah Vietnam tegas dalam menghukum masyarakatnya yang kedapatan menyebarkan berita hoax tentang virus corona. Sampai akhir maret 2020 kemarin setidaknya ada 800 orang yang didenda karena hal tersebut.

Vietnam berbeda dengan negara kaya yang ada di Asia lainnya seperti Korea Selatan. Vietnam tidak melakukan tes massal, jika dibandingkan per 20 Maret 2020 jumlah warga Vietnam yang dites corona sebanyak 15.637 orang, sedangkan di Korea Selatan sebanyak 388 ribu orang. Kunci sukses penanganan di negara Vietnam ada kontrol dari pemerintah yang cepat dan tepat.

Korea Selatan

Inilah Empat Negara yang Sukses Tangani Penyebaran Corona

Negara satu ini punya cara tersendiri dalam menekan penyebaran virus corona di tengah masyarakatnya, yaitu dengan memberlakukan tes corona secara massal dan melakukan pelacakan kontak dari orang yang terinfeksi secara agresif. Negara ini menyediakan secara gratis tempat tes Covid-19 di area publik. Beberapa negara mengikuti cara seperti ini termasuk Amerika Serikat.

Pemerintah Korea selatan dibawah pimpinan Presiden Moon Jae-in tersebut, memanfaatkan rekaman CCTV, transaksi kartu debit dan kredit dan juga data komunikasi dari ponsel untuk menentukan siapa yang harus dilakukan tes. Pemerintah Korea Selatan menilai langkah ini efektif seiring penggunaan CCTV secara masif di negara tersebut, dan juga transaksi nontunai serta banyak penduduk yang menggunakan ponsel.

Korea Selatan tetap melakukan pelacakan kepada masyarakatnya secara agresif meskipun banyak lokasi tes Covid-19 di area publik, karena banyak juga ditemukan warga yang positif terinfeksi Covid-19 dengan gejala yang ringan.

Dalam pemberitaan Reuters menyatakan, orang yang datang ke negara Korea Selatan dari Eropa dan Amerika diwajibkan untuk melakukan tes corona dan menjalani masa karantina selama 14 hari, jika kedapatan warga asing yang melanggar kewajiban ini akan terancam deportasi. Untuk warga lokal Korea Selatan hukuman yang diberlakukan adalah penjara dan denda.

Negara ini telah belajar dari wabah corona generasi sebelumnya atau yang dikenal dengan nama MERS pada tahun 2015. Korea Selatan memiliki sistem pelayanan kesehatan dengan kapasitas yang besar dan industri bioteknologi yang cangggih sehingga bisa memproduksi alat tes covid-19 dengan cepat. Dilansir dari The Conversation Korea Selatan mampu melakukan tes sebanyak 15 ribu tes corona dalam sehari.

Data John Hopkins per 24 April 2020, Korea Selatan telah melaporkan 10.708 kasus positif Covid-19 dan 240 diantaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 8.501 telah sembuh dengan jumlah korban terinfeksi semakin turun sejak bulan Maret lalu.

Meskipun demikian, Korea Selatan tetap waspada pada gelombang berikutnya, terdapat ratusan pasien yang telah dinyatakan sembuh ternyata kembali terinfeksi. Pakar kesehatan negara ginseng tersebut menduga penggunaan alat tes dari China dinilai tidak akurat pada masa awal penanganan.

Taiwan

Inilah Empat Negara yang Sukses Tangani Penyebaran Corona

Negara Taiwan hanya berjarak sekitar 161 kilometer dari dataran China. Negara ini telah melaporkan kasus infeksi Covid-19 pertama kali pada 21 januari 2020. Pemerintah Taiwan mengambil kebijakan yang cepat setelah beredar berita penyakit aneh di Wuhan.

Saat ini pemerintah Taiwan melakukan tracing terhadap orang yang datang dari Wuhan sejak 31 Desember 2019. Memperlakukan karantina, membangun sistem tracing, dan memproduksi alat tes secara massal sejak bulan Januari 2020. Pemerintah setempat belum mengizinkan ekspor alat medis tersebut termasuk masker bedah.

Taiwan belajar dari wabah SARS yang sebelumnya juga terjadi pertama kali di China pada 2003. Data dari John Hopkins sampai dengan 24 April 2020, Taiwan telah mencatat 427 kasus Covid-19, dengan 6 kasus diantaranya meninggal dunia dan 253 dinyatakan sembuh. Sampai saat ini, jumlah pasien corona yang bertambah masih naik-turun.

Selandia Baru

Inilah Empat Negara yang Sukses Tangani Penyebaran Corona

Negara yang memiliki jumlah penduduk 5 juta jiwa ini mengambil kebijakan yang agresif untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Selandia Baru. Strategi yang digunakan pemerintah Selandia Baru pada pertengahan bulan Maret lalu adalah eliminasi penyakit bukan lagi mitigasi.

Selandia Baru melakukan pembatasan perjalanan dan pemberlakukan physical distancing. Negara ini juga melakukan lockdown secara penuh yang dimulai sejak 26 Maret, dimana sebelumnya Selandia Baru hanya menjalankan kebijakan untuk mewajibkan masyarakatnya melakukan isolasi diri selama 14 hari bagi semua yang baru saja menginjakan kakinya di Selandia Baru, dan sejak 20 Maret 2020 orang asing telah dilarang masuk negara ini.

Strategi yang dilakukan Selandia Baru sejauh ini dinilai efektif, meskipun ini berdampak pada sosial ekonomi. Mengacu pada data John Hopkins, Selandia Baru telah mencatat sebanyak 1.456 kasus positif Covid-19, dan 17 diantaranya dinyatakan meninggal dunia, dan sebanyak 1.095 orang telah sembuh. Sedangkan perkembangan kasus baru di negara ini telah mengalami penurunan yang signifikan.

Dilansir dari The Guardian, rata-rata kasus baru yang ada di Selandia Baru adalah warga setempat yang pulang dari perjalanan dan menjalani proses karantina diri di perbatasan. Kasus baru di negara ini bisa ditekan dengan penelusuran klaster penyebaran Covid-19. Selandia Baru diuntungkan dengan faktor geografis yang jauh dari beberapa negara lain, dan dengan jumlah penerbangan yang sedikit.

Sampai dengan minggu pertama bulan April lalu, Selandia Baru telah melakukan tes corona sebanyak 51 ribu tes, sedangkan di negara Inggris yang memiliki penduduk 13 kali lipat hanya melakukan tes sebanyak 208 ribu.

Ahli Mikrobiologi di Auckland University Siouxsie Wiles mengatakan jika selandia baru memang harus mengambil langkah agresif karena keterbatasan kapasitas rumah sakit yang ada di negara ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Inilah Empat Negara yang Sukses Cegah Penyebaran Corona"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel