Ekuador Krisis Kesehatan dan Pemakaman, melaporkan 6.703 kematian dalam 15 hari

Ekuador Krisis Kesehatan, melaporkan 6.703 kematian dalam 15 hari

Guayas merupakan negara bagian yang paling terdampak karena pandemi Covid-19 di Negara Ekuador, ketika angka korban dari wabah Covid-19 dilakukan pengecekan dan dicermati, fakta sungguh memilukan.

Di Ekuador tercatat 6.703 orang yang meninggal dunia pada dua minggu pertama bulan April, dan ini menjadikan Guayas sebagai negara bagian yang paling terdampak, bukan sekedar di negara tersebut namun di seluruh Amerika Latin.

Kematian yang terjadi tidak hanya terkait dengan wabah Covid-19, karena pelayanan kesehatan di Guayas lumpuh sebab pandemi akhirnya banyak pasien yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

Di Guayaquil yang merupakan ibu kota negara bagian dan sekaligus sebagai kota terbesar di Ekuador, seorang pekerja rumah duka melihat pemandangan orang meninggal di dalam mobil, di ambulan, di rumah-rumah di jalanan.

Ekuador Krisis Kesehatan, melaporkan 6.703 kematian dalam 15 hari

Yang menjadi alasan kuat mereka tidak mendapatkan pelayanan dari rumah sakit adalah karena alasan kekurangan tempat tidur, jika mereka datang di klinik swasta masyarakat harus membayar dengan biaya yang mahal dan tidak semua orang disana memiliki uang yang cukup.

Guayaquil memiliki populasi penduduk sebesar 2,5 juta jiwa, saat masa pandemi Covid-19 rumah duka kuwalahan, bahkan harus tutup sementara karena pekerjanya ketakutan terjangkit virus Covid-19.

Keluarga yang merasa putus asa dengan kejadian ini bahkan membiarkan mayat keluarganya tergeletak di depan rumah, sementara sebagian yang lain juga membiarkannya tidur di tempat tidur selama berhari-hari.

Keadaan Kota Guayaquil saat ini mulai kehabisan ruang untuk pemakaman jenazah, hal ini membuat sebagian orang membawa jenazah keluarganya ke kota tetangga untuk mendapatkan fasilitas pemakaman.

Ekuador Krisis Kesehatan, melaporkan 6.703 kematian dalam 15 hari

Jenazah pun tidak semua mendapatkan peti mati, karena permintaan penguburan jenazah sangat tinggi sebagian warga menggunakan kotak karton sebagai peti mayat, dan di sana narapidana justru diberdayakan untuk membuat peti mati.

Saat ini President Ekuador Lenin Moreno mengakui negara Ekuador telah gagal mengatasi krisis kesehatan. Sampai dengan 16 April 2020, pemerintah meyakini hanya terdapat 400 orang meninggal dunia karena virus corona.

Namun, setelah Satuan Tugas Gabungan Virus Corona mengumpulkan seluruh data, faktanya justru mencengangkan. Data yang diperoleh dari kementerian Dalam Negeri, tempat pemakaman umum, kantor pencatatan sipil dan juga dari satgas gabungan menyebutkan setidaknya 6.703 kematian di Guayas terjadi pada 15 hari pertama bulan April 2020.

Memang tidak semua kasus kematian yang ada di Guayas merupakan pasien positif Covid-19, sebagian orang yang meninggal karena gagal jantung, masalah ginjal, atau masalah kesehatan lain yang buruk karena tidak segera ditangani atau tidak mendapatkan layanan kesehatan yang semestinya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ekuador Krisis Kesehatan dan Pemakaman, melaporkan 6.703 kematian dalam 15 hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel