China Cabut Lockdown, Tempat Wisata di China Padat Pengunjung

China Cabut Lockdown, Tempat Wisata di China Padat Pengunjung

Negara China telah mengalami masa puncak pandemi virus corona pada Februari 2020 dan sejak memasuki akhir bulan Maret 2020 China hanya melaporkan sedikit kasus Covdi-19, bahkan provinsi Hubei yang termasuk provinsi yang menjadi pusat penyebaran virus corona sempat satu hari tidak melaporkan kasus baru, atas dasar hal ini pemerintah China dinilai masyarakat dunia berhasil mengatasi wabah Covid-19.

Pemerintah China membuat kebijakan untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang terhenti dengan memulai secara perlahan membuka jalur perjalanan dan lockdown.

Tidak sedikit yang menyimpulkan ini terlalu cepat untuk dilaksanakan, terdapat sebuah foto yang memperlihatkan sebuah lokasi wisata yang dipadati orang, foto ini di kirim oleh @QiZHAI di twitter dan membuat banyak orang cemas jika ada pandemi Covid-19 gelombang kedua.


Foto keramaian tersebut di ambil di Taman Nasional Gunung Huangshan pada Hari Sabtu 4 April 2020, masyarakat China terlihat tidak sabar untuk menikmati suasana di luar rumah, setelah 3 bulan tidak dapat keluar dari rumah masing-masing.

Saat hari pertama buka, Taman Nasional Gunung Huangshan belum sampai jam 8 pagi sudah tidak menerima turis untuk mendaki ke atas, karena jumlahnya sudah mencapai jumlah maksimal pengunjung harian yaitu 20 ribu orang.

Melihat situasi yang sangat ramai dengan orang yang berwisata, People’s Daily yang merupakan koran resmi milik Partai Komunis China yang berkuasa, memberikan teguran kepada wisatawan melalui twitter agar tidak berkumpul.


Meskipun begitu di China telah melakukan syarat yang harus dipenuhi untuk dapat berwisata seperti harus membawa kartu hijau dari rumah sakit yang menandakan jika ia memang sehat, semua pengunjung juga wajib mengenakan masker ketika keluar rumah, dan sebelum masuk tempat wisata pengunjung harus di periksa suhu tubuhnya.

Sebegitu kuatnya pemerintah China melakukan pencegahan, namun tetap banyak pihak yang menyayangkan hal seperti foto di wisata tersebut bisa terjadi, andaikata ada yang terkena virus corona di tengah kerumunan maka bisa terbayangkan apa yang terjadi.

Selain wisata Taman Nasional Gunung Huangshan, tempat wisata yang lain juga mulai dibuka kembali untuk publik seperti tempat wisata Great Wall of China dan wisata tepi laut Bund di Shanghai yang kembali dipenuhi oleh para wisatawan.

Hal serupa juga terjadi di ibu kota Beijing, penduduk setempat ramai berbondong-bondong menuju taman kota, Di Beijing juga kembali terlihat adanya kemacetan di sejumlah ruas jalan.


Meskipun lockdown baru saja dibuka, namun saat ini pemerintah pusat juga mengalami kekhawatiran karena telah mencabut status lockdown terlalu cepat dan memicu infeksi Corona gelombang kedua.

Hal ini ditunjukan dengan rencana pembukaan studio bioskop yang telah dibatalkan pada akhir maret ini, Shanghai Jinmao Tower dan Shanghai Oriental Pearl Tower minggu lalu telah ditutup kembali setelah dibuka untuk publik selama dua minggu.

Pada 1 April kemarin, daerah Jia di provinsi henan di lakukan lockdown oleh pemerintahan China, karantina yang dilakukan kepada 600 ribu penduduk tersebut dilakukan karena terdapat kasus baru Covid-19 pada sebuah rumah sakit yang ada di Jia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "China Cabut Lockdown, Tempat Wisata di China Padat Pengunjung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel