Local Lockdown di Salah Satu Dusun, Warga Diberi Rp 50.000 per Hari

Daftar Isi [Tutup]

    Salah satu desa di kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah terpaksa harus ditutup akses masuk dan keluarnya (local lockdown), hal ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Gunungwuled setempat, semua kendaraan keluar masuk dihalau dengan memasang portal pada akses masuk keluar dusun tersebut.

    Pemerintah desa justru malah mengalokasikan sejumlah Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) untuk menanggung biaya hidup warganya, local lockdown ini dilakukan agar warganya tetap fokus dan taat dengan program social distancing, pernyataan ini dibenarkan oleh Kepala Desa setempat Nashirudin Latif.

    Local Lockdown di Salah Satu Dusun Warga Diberi Rp 50.000 per Hari

    Perlakuan khusus ini dilakukan karena dari hasil swab salah satu warganya dinyatakan positif virus corona (Covid-19) pada rabu 25 Maret 2020.

    Warga yang dinyatakan positif ini memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan pulang dalam kondisi sakit, saat sakit warga tersebut dirawat di RSUD Goeteng dan kondisinya telah membaik, namun beberapa hari setelah itu baru saja keluar hasil swab jika ternyata salah satu warga tersebut positif corona (Covid-19).

    Kepala Desa Gunungwuled Nashirudin Latif mengatakan pasien tersebut diminta untuk melakukan karantina mandiri dirumah selama tiga hari di rumahnya, karena budaya solidaritas warga dusun yang masih kental banyak yang menjenguk mulai dari tetangga, sanak saudara, dan rekan sejawat korban.

    Setelah mengetahui jika pasien tersebut positif terinfeksi corona, orang yang pernah menjenguk merasa khawatir jika akan tertular karena pernah berinteraksi langsung dengan korban.

    Latif secara cepat dan mandiri melakukan tracking siapa saja yang pernah berinteraksi langsung dengan korban, dan ditemukan 90 orang dari 30 KK di tiga dusun, dan atas dasar hal tersebut Kepala Desa memberlakukan kebijakan untuk menutup total akses Dusun tempat tinggal pasien positif Covid-19.

    Latif memerintahkan warganya untuk mengisolasi secara mandiri di dalam rumah sampai dengan 14 hari untuk mencegah penyebaran virus agar tidak meluas dan menjadi wabah.

    Perihal kebijakan local lockdown yang dilakukan juga karena mendapat desakan oleh warga dan telah melakukan konsultasi dengan Bupati Purbalingga yang mendapatkan respon positif serta dukungan.

    Local lockdown tidak semata-mata memberikan perintah untuk melakukan karantina mandiri dirumah namun Pemdes juga menanggung biaya hidup warganya yang melakukan isolasi mandiri sebesar 50.000 per KK per Hari, terdapat 30 KK dan masa karantina 14 hari, total biaya yang dikeluarkan Pemdes sebesar Rp 21 Juta.

    Bantuan kebutuhan hidup 30 KK tersebut diberikan dalam bentuk paket sembako, Bupati purbalingga juga menjanjikan akan membackup dari alokasi anggaran tersebut.

    Sampai dengan Hari Jumat 29 Maret 2020 dilansir dari suaramerdeka.com, total ODP (Orang dalam Pantauan) di Purbalingga terdapat sebanyak 77 orang.

    Selain itu, terdapat 9 PDP (Pasien dalam Pengawasan), 4 diantaranya dinyatakan positif, dan sisanya masih menunggu hasil swab dari Jakarta dan Yogyakarta.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Local Lockdown di Salah Satu Dusun, Warga Diberi Rp 50.000 per Hari"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel