Jokowi Larang Bank Tagih Pakai Debt Collector dan Insentif Kartu Pra Kerja Naik 1 Juta per bulan

Jokowi Larang Bank Tagih Pakai Debt Collector dan Insentif Kartu Pra Kerja Naik 1 Juta per bulan

Jokowi Larang Bank Tagih Pakai Debt Collector dan Gaji Kartu Pra Kerja Naik 1 Juta per bulan

Seiring meningkatnya kasus wabah covid-19 di Indonesia, para kreditur non bank dijamin oleh jokowi untuk tidak ditagih dengan menggunakan debt collector.

Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi saat teleconference di Istana Merdeka Jakarta Pusat pada 24 Maret 2020, bahwasannya bank dan industri keuangan non bank dilarang menagih angsuran, apalagi menggunakan debt collector.

Jokowi juga meminta pihak kepolisian sebagai pihak yang berwajib untuk mengawasi kegiatan ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebelumnya diperintah untuk melonggarkan relaksasi kredit untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah di saat pandemik wabah virus corona (Covid-19) untuk kredit dibawah 10 Miliar.

Saat memberikan arahan kepada 34 Gubernur untuk menghadapi pandemi covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jokowi mengatakan untuk kredit dibawah Rp10 Miliar, OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit untuk kredit perbankan maupun industri keuangan non bank.

Dengan terbitnya POJK tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease, maka pemberian stimulus untuk industri perbankan sudah berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

Kebijakan ini lebih dikhususkan lagi bagi profesi ojek, sopir taksi, maupun nelayan yang hingga saat ini masih memiliki cicilan kredit, telah diputuskan bahwa pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun ke depan.

Kebijakan stimulus tersebut terdiri dari:
  • Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit s.d Rp10 miliar; dan
  • Restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi, Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa batasan plafon kredit.

Jokowi juga menyampaikan dalam waktu dekat akan diberikan tambahan bantuan sosial dalam Kartu Sembako selama 6 bulan kepada 200.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hal serupa juga berlaku untuk implementasi Kartu Pra Kerja.

Penyelenggaraan Kartu Pra Kerja selama masa darurat wabah virus corona, Kartu Pra Kerja akan mendapatkan honor atau gaji Rp 1 juta setiap bulan selama 3 bulan, dimana ketika bulan normal yang diberikan hanya Rp 650 ribu.

Mempercepat implementasi kartu pra kerja ini sebagai bentuk antisipasi para pekerja yang terkena PHK, para pekerja harian yang kehilangan penghasilan, para pengusaha mikro yang kehilangan pasar dan omset agar dapat lebih meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM.

Pemerintah mengalokasikan anggaran dalam kartu pra kerja ini hingga Rp 10 triliun, yang nantinya setiap peserta Kartu Pra Kerja akan diberikan honor insentif Rp 1 juta per bulan selama 3 sampai 4 bulan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Jokowi Larang Bank Tagih Pakai Debt Collector dan Insentif Kartu Pra Kerja Naik 1 Juta per bulan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel