Fakta Pasien Positif Virus Corona Tidak Selalu Tampak Sakit

Daftar Isi [Tutup]

    Corona COVID-19 merupakan wabah penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan manusia yang mana virus ini menyerang siapapun dalam segala usia.

    Virus corona juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan tingkat berat, seperti halnya penyakit pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

    Fakta Pasien Positif Virus Corona Tidak Selalu Tampak Sakit

    Dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona terbaru atau disebut dengan COVID-19 menyebar melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, kontak fisik seperti jabat tangan, ciuman dan lain-lain.

    Dalam hal ini untuk saling menjaga jarak meskipun tidak sedang dalam keadaan sakit menjadi cara terjitu dalam pencegahan utama virus corona COVID-19, banyak kasus juga telah ditemukan banyak kasus, banyak orang tidak merasakan gejala tetapi menularkan virus.

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa tidak seluruhnya orang yang membawa virus corona (COVID-19) tampak sebagai orang yang sedang sakit.

    Beberapa kasus positif COVID-19 tampak seperti orang yang tidak sedang sakit atau bahkan sehat, ada pula kasus yang gejalanya sangat ringan.

    Karena itu, Pemerintah melalui Yuri mengingatkan untuk selalu menjaga jarak sejauh minimal 2 meter, diharapkan dengan menjaga jarak penularan melalui droplet atau percikan dahak dapat dihindari.

    Sebuah pengalaman dari Dr Yale Tung Chen, salah seorang dokter yang terinfeksi virus corona (COVID-19) saat ia menangani pasien di Hospital Universitario La Paz di Madrid, Spanyol menceritakan kronologi penyakitnya itu dari hari ke hari.

    Pada laman Twitternya, dokter berusia 35 tahun itu membuat sebuah postingan yang menunjukkan gejala dan kondisi antara satu pasien dengan pasien lainnya mungkin terdapat perbedaan.

    Pasien lain bisa jadi sulit dalam bernafas namun hal berbeda dirasakan oleh Tung Chen, dokter ini bahkan tidak demam dan merasakan nyeri dada.

    Berikut kondisi dokter Tung Chen yang diwawancara berbagai media luar negeri itu dalam laman Twitternya:

    Hari ke-1: Setelah mendapat diagnosis yang dirasakan Sakit tenggorokan, sakit kepala (kuat), batuk kering tapi nafas tidak pendek. Tidak ada tanda tidak normal pada paru-paru.

    Hari ke-2: Sakit tenggorokan, batuk dan sakit kepala berkurang.

    Hari ke-3: Tidak ada sakit kepala atau sakit tenggorokan. Mulai diare tetapi batuknya membaik.

    Hari ke-4: Batuk lebih sering, kelelahan (sangat parah), tidak merasakan nyeri dada.

    Hari ke-5: Batuk dan lelah berkurang, tidak merasakan nyeri dada.

    Hari ke-6: batuk berkurang, agak lelah, tidak merasakan nyeri dada, tidak demam, Saturasi oksigen 98%(persentase hemoglobin yang berikatan dengan oksigen, normalnya antara 95-100%).

    Hari ke-7: Batuk dan lelah jadi memburuk lagi, tidak merasakan nyeri dada, tidak demam, tingkat saturasi oksigen 96%.

    Hari ke-8: Batuk berkurang dan lemas, masih tidak merasakan nyeri dada atau gejala berbahaya, tidak demam dan saturasi oksigen 96%.

    Hari ke-9: Merasa lebih baik, Batuk lebih sering, Tidak ada nyeri dada dan tanda-tanda berbahaya, Tidak demam, Tingkat saturasi oksigen 97%.

    Hari ke-10: Lelah berkurang, tapi batuk lebih sering, ageusia (tidak bisa mengecap rasa) dan anosmia (tidak bisa mencium bau), tidak ada nyeri dada atau tanda berbahaya, tidak demam, tingkat saturasi oksigen 97%.

    Hari ke-11: Lelah dan batuk berkurang, tidak ada gejala nyeri dada atau tanda berbahaya, tidak ada demam, saturasi oksigen 98%.

    Hari ke-12: Merasa lebih baik, gejala batuk, mual dan diare, tidak ada nyeri dada, tidak demam, tingkat saturasi oksigen 98%.

    Hari ke-13: batuk ringan, lemas, mual dan diare, tidak ada gejala nyeri dada atau tanda berbahaya, tidak ada demam, tingkat saturasi oksigen 97%.

    Hari ke-14: Lebih sedikit gejala - batuk, lemas, mual, sakit kepala ringan, nafsu makan, bisa mencium bau, tidak ada demam atau dispnea, saturasi oksigen 98%.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Fakta Pasien Positif Virus Corona Tidak Selalu Tampak Sakit"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel