Dokter Handoko, Komitmen Rela Mati ditengah Corona

Daftar Isi [Tutup]

    Sosok dokter Handoko Gunawan ramai menjadi perbincangan warganet kemarin, beliau merupakan dokter spesialis paru sekaligus aktivis tenaga medis di Jakarta yang sangat berkomitmen dalam menuntaskan virus Corona (Covid-19).

    Dokter Handoko di usia yang telah mencapai 80 tahun ini ia masih semangat dalam membantu menangani virus corona di Rumah Sakit Graha Kedoya.

    Tidak tanggung-tanggung dokter ini masih aktif di rumah sakit tanpa kenal waktu, dokter Handoko tetap membantu dan bekerja hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

    Dokter Handoko Viral

    Nama Handoko Gunawan mendadak viral di Facebook yang diunggah oleh pemilik akun Noviana Kusumawardhani di laman pribadinya.

    Dokter Handoko, Komitmen Rela Mati ditengah Corona

    Ia mengunggah foto Handoko yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berwarna putih dan memakai masker.

    Dalam kiriman yang ia unggah, Noviana meminta doa dari warganet untuk kesehatan dan keselamatan dokter Handoko.

    Kiriman Noviana sampai kemarin telah mendapatkan lebih dari 8.500 kali suka dan lebih dari 5.600 kali dibagikan.

    Komitmen Hingga Rela Mati

    Semangat dari seorang dokter Handoko Gunawan menunjukan komitmen yang sangat kuat dalam mengatasi permasalahan virus Corona.

    Para anak-anaknya pun telah menyarankan untuk tidak ikut serta secara langsung dalam menangani pasien corona karena usianya yang sudah tua.

    Namun beliau menjawab jika beliau meninggal itu pun tidak apa-apa, setidaknya di ujung usianya ia telah memberikan manfaat untuk orang lain.

    Sang dokter kini berada di ICU

    Dokter 80 tahun itu saat ini masuk ke ruang isolasi (Intensive Care Unit) ICU sejak Selasa 17 Maret 2020 malam. Berita ini telah disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Erlang Samoedro.

    Dokter Handoko, Komitmen Rela Mati ditengah Corona

    Tidak menjelaskan detail gejala yang dialami oleh dokter yang sekaligus tenaga medis penanganan wabah virus corona tersebut.

    Namun, menurutnya dokter Handoko turut menjalani pemeriksaan yang terkait dengan dugaan virus corona atau covid-19.

    Cerita tentang dokter handoko juga dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, bahwa beliau adalah tenaga medis yang aktif dalam penuntasan virus Corona.

    Berlangganan update artikel terbaru via email:

    Belum ada Komentar untuk "Dokter Handoko, Komitmen Rela Mati ditengah Corona"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel